GSNews.id — Pekan ke-35 jadi titik goyah perburuan gelar. Manchester City terpeleset, sementara Chelsea kian tenggelam tanpa arah.
City Tergelincir, Tekanan ke Puncak Meningkat
Manchester City gagal mengunci kemenangan usai ditahan Everton 3-3 di Stadion Hill Dickinson. Tuan rumah lebih dulu menghantam lewat Thierno Barry dan Jake O’Brien, membuat City berada di bawah tekanan.
City memberikan tekanan balik lewat Jérémy Doku dan Erling Haaland menjaga napas tim tamu agar tak runtuh. Skor 3-3 menutup duel sengit, tapi hasil ini terasa seperti kekalahan bagi City.
Selisih lima poin dari Arsenal di puncak kini jadi beban nyata. Dengan tiga laga tersisa dan jumlah pertandingan lebih banyak, ruang kesalahan praktis habis.
Chelsea Runtuh, Tiket Liga Champions Hilang
Jika City goyah, Chelsea benar-benar ambruk. Bermain di Stamford Bridge, The Blues tumbang 1-3 dari Nottingham Forest. Laga ini menjadi kekalahan keenam beruntun yang menegaskan krisis.
Selisih sepuluh poin dari Aston Villa dengan tiga laga tersisa memastikan Liga Champions musim depan bukan milik Chelsea. Kini, target realistis tinggal menyelamatkan tiket Eropa level bawah.

Arsenal Menjauh, Pesaing Saling Sikut
Di tengah goyahnya rival, Arsenal justru melaju tanpa ampun. Fulham digasak 3-0—kemenangan yang mempertegas kendali di puncak.
Sementara itu, panas juga terasa di laga lain. Manchester United mengamankan kemenangan krusial 3-2 atas Liverpool, dan Tottenham Hotspur menekuk Aston Villa 2-1.
Pekan ke-35 menegaskan bahwa Arsenal makin dekat ke garis akhir, Manchester City mulai kehabisan napas, dan Chelsea masih mencari cara untuk sekadar bangkit.



