GSNews.id — Pengembangan pariwisata di Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), diarahkan untuk memperkuat konektivitas wisata berbasis perairan.
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bertata Menata Tertata (BMT) Desa Sangkuliman menyiapkan konsep yang menempatkan desa tersebut sebagai salah satu titik awal perjalanan menuju kawasan tiga danau, yakni Danau Semayang, Danau Melintang, dan Danau Seguntur.
Ketua Pokdarwis BMT Desa Sangkuliman, Akhmad Rojali, mengatakan konsep tersebut disusun dengan melihat karakter wilayah Sangkuliman yang berada di kawasan perairan sekaligus memiliki akses menuju sejumlah destinasi di sekitarnya.
“Konsep kami, Sangkuliman menjadi pintu gerbang tiga danau. Ada Danau Semayang, Danau Melintang dan Danau Seguntur,” kata Rojali saat dihubungi, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, konsep tersebut membuka peluang untuk mengembangkan pola perjalanan wisata yang tidak berhenti pada satu destinasi. Wisatawan dapat menikmati aktivitas di Sangkuliman sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi air menuju kawasan lainnya.
“Wisatawan bisa datang ke Sangkuliman terlebih dahulu, kemudian dari sini perjalanan dapat diarahkan ke kawasan danau lainnya melalui jalur perairan,” ujarnya.
Pengembangan konektivitas tersebut juga dinilai dapat membuka peluang kerja sama antardesa wisata. Setiap desa dapat menawarkan karakter dan potensi yang berbeda sehingga wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih beragam dalam satu rangkaian perjalanan.
“Jadi konsepnya bukan saling bersaing, tetapi bagaimana potensi masing-masing desa bisa disatukan menjadi satu rangkaian perjalanan wisata,” jelas Rojali.
Untuk memperkuat perannya sebagai salah satu titik perjalanan wisata perairan, Pokdarwis BMT juga terus mengembangkan aktivitas di Sangkuliman.
Salah satunya melalui wisata susur sungai yang memungkinkan wisatawan menikmati kawasan perairan sekaligus mengenal lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar desa.
Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian dari konsep tersebut. Berbagai usaha warga, seperti kuliner dan penyediaan tempat tinggal, dapat menjadi layanan pendukung bagi wisatawan yang menghabiskan waktu lebih lama di Sangkuliman.
“Kami ingin kunjungan wisata tidak hanya lewat sebentar. Ada aktivitas yang bisa dilakukan wisatawan dan ada manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” tutur Rojali.
Menurutnya, apabila konektivitas antardestinasi dapat dikembangkan, Sangkuliman memiliki peluang untuk menjadi bagian dari perjalanan wisata yang lebih panjang di kawasan perairan Kukar.
Konsep tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas wisata di desa, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antar-pelaku wisata dan masyarakat di kawasan sekitar.
“Kami ingin Sangkuliman dikenal sebagai pintu gerbang wisata perairan,” tandasnya. (adv/disparkukar)


