GSNews.id – Pengembangan potensi pertanian menjadi salah satu upaya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Fajar Lestari untuk menjaga daya tarik wisata Desa Manunggal Jaya, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Langkah ini dilakukan di tengah penurunan jumlah kunjungan wisatawan sepanjang 2026.
Ketua Pokdarwis Fajar Lestari, Riyan Pangestu, memperkirakan jumlah pengunjung tahun ini mencapai 400 orang, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang sekitar 1.000 orang.
Menurut Riyan, jumlah kunjungan berkaitan dengan frekuensi kegiatan wisata yang digelar. Selama ini, aktivitas wisata masih banyak bergantung pada acara atau momentum tertentu, dengan jumlah pengunjung berkisar 50 hingga 150 orang dalam satu kegiatan.
“Dalam satu kegiatan, jumlah wisatawan bisa mencapai sekitar 50 hingga 150 orang,” ujar Riyan, Jumat (18/9/2026).
Sepanjang 2026, Pokdarwis Fajar Lestari baru menggelar tiga kegiatan wisata. Untuk meningkatkan daya tarik kunjungan, kelompok ini mengembangkan agrowisata dengan memanfaatkan perkebunan dan usaha pertanian warga.
Pilihan aktivitasnya meliputi wisata petik belimbing, edukasi budidaya jamur tiram, serta pengenalan kegiatan pertanian di Kampung Sawang. Perkebunan alpukat di kawasan Puncak HR yang luasnya sekitar 30 hektare juga diproyeksikan menjadi lokasi wisata petik buah.
Namun, pengembangan wisata berbasis pertanian menghadapi tantangan karena bergantung pada kondisi alam dan hasil panen. Rencana wisata petik durian, misalnya, dapat terkendala gagal panen. Sementara itu, bunga belimbing yang rontok berpengaruh terhadap ketersediaan buah.
“Kondisi alam juga memengaruhi kegiatan wisata. Misalnya, ketika kami ingin menawarkan wisata petik durian, ternyata durian mengalami gagal panen. Begitu juga dengan belimbing yang bunganya rontok sehingga buahnya tidak banyak,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, kegiatan wisata perlu disesuaikan dengan komoditas yang tersedia. Pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal juga menjadi alternatif agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan ketika wisata petik buah belum bisa optimal.
Pokdarwis Fajar Lestari turut memperkenalkan potensi desa melalui kegiatan open tour yang memadukan kunjungan ke kebun durian, budidaya jamur tiram, kebun belimbing, kawasan Puncak HR, hingga wisata kuliner.
Riyan berharap pengembangan aktivitas dan promosi yang lebih beragam dapat menarik minat wisatawan sekaligus memperluas pengenalan potensi pertanian dan usaha masyarakat Desa Manunggal Jaya. (adv/disparkukar




