GSNews.id – Bekas galian tambang tak selamanya berakhir sebagai lahan terbengkalai. Di Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, kawasan bekas galian tambang dikembangkan menjadi destinasi wisata yang kini turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Danau Kumbara perlahan tumbuh menjadi salah satu tujuan rekreasi di wilayah hulu Kukar. Pengelolaannya dilakukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama pemerintah desa dengan dukungan berbagai pihak.
Sejak pengembangan dimulai pada 2021, sejumlah fasilitas terus dibangun untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus memperkuat daya tarik wisata.
Kepala Desa Kota Bangun III, Lilik Hendrawanto, mengatakan perkembangan Danau Kumbara terus menunjukkan kemajuan. Pemerintah desa secara bertahap menambah fasilitas untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap bagi pengunjung.
“Alhamdulillah, Danau Kumbara mengalami kemajuan yang signifikan. Kami telah membangun aula berkapasitas sekitar 200 orang dan akses jalan sepanjang 800 meter sehingga wisatawan semakin mudah menjangkau lokasi,” kata Lilik Hendrawanto, Kamis (13/8/2026).
Pengembangan kawasan kemudian dilanjutkan dengan pembangunan sejumlah fasilitas lain, seperti jembatan titian, gazebo, toilet dan pos tiket. Pembangunan tersebut dilakukan secara bertahap sejak 2023 hingga 2024.
Dukungan juga diberikan Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar melalui bantuan tenda glamping dan wahana air berupa perahu bebek fiber pada 2024.
Tak hanya digunakan untuk kegiatan wisata, keberadaan aula di kawasan Danau Kumbara juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Fasilitas tersebut dapat dipesan untuk berbagai kegiatan, mulai dari musyawarah desa, rapat hingga kegiatan keluarga.
Pengembangan Danau Kumbara juga diarahkan agar memberikan manfaat langsung terhadap perekonomian warga. Pemerintah desa menyediakan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menjajakan produk lokal kepada pengunjung.
Konsep pengembangan kawasan juga memperhatikan aspek keselamatan. Pemerintah desa membangun kolam renang sekitar 20 meter dari danau yang dapat digunakan pengunjung, khususnya anak-anak.
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi alternatif yang lebih aman bagi masyarakat yang ingin berenang tanpa harus langsung masuk ke perairan danau. Area di sekitar kolam juga dimanfaatkan sebagai ruang bagi pelaku UMKM.
Untuk menarik lebih banyak pengunjung, berbagai kegiatan hiburan turut digelar secara berkala. Pertunjukan musik yang menghadirkan musisi lokal hingga kegiatan senam Zumba menjadi bagian dari aktivitas yang meramaikan kawasan wisata.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, M. Ridha Fatrianta, mengatakan Danau Kumbara menjadi salah satu destinasi yang mendapat dukungan pemerintah daerah karena memiliki potensi yang kuat dan didukung kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang aktif.
“Bantuan ini kami berikan karena melihat keseriusan pengelola dalam mengembangkan destinasi serta potensi wisata yang sangat baik apabila dikelola secara maksimal,” jelas Ridha.
Menurutnya, pengembangan destinasi berbasis masyarakat seperti Danau Kumbara menjadi bagian penting dalam memperkuat sektor pariwisata Kukar.
Ketika destinasi berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan dari meningkatnya kunjungan wisatawan, tetapi juga melalui terbukanya ruang usaha bagi masyarakat. (adv/disparkukar)



