GSNews.id – Langkah awal menuju swasembada pangan mulai digerakkan dari desa. Pada Selasa (17/2/2026), Pemerintah Desa Batu Timbau Ulu turun langsung melakukan penanaman jagung di kebun desa.
Program Nasional, Desa Mulai Bergerak
Kepala Desa Batu Timbau Ulu, Aripin menjelaskan, penanaman jagung ini merupakan tindak lanjut dari program nasional yang mendorong optimalisasi potensi lahan desa.
“Penanaman jagung ini bagian dari program Swasembada Pangan Nasional Tahun 2026. Jadi program ini berlangsung dari tahun 2025 hingga tahun 2026,” ujar Aripin saat dikonfirmasi tim GSNews, Kamis (19/2/2026).
Lahan yang digunakan seluas lebih dari 1,5 hektare. Seluruhnya berada di kebun desa milik Pemerintah Desa Batu Timbau Ulu, bukan lahan pribadi warga.
Kenapa Jagung?
Pemilihan jagung bukan tanpa alasan. Selain merujuk pada Keputusan Menteri Pertanian Nomor 73 Tahun 2025 tentang Satgas Swasembada Pangan, kondisi lahan dinilai lebih cocok untuk komoditas tersebut.
Aripin menyebut, tanaman pangan utama yang menjadi fokus nasional adalah padi dan jagung, disusul hortikultura serta sektor peternakan.
“Karena melihat kondisi lahan yang akan kita siapkan memang lebih cocok untuk tanaman jagung,” katanya.
Utamakan Warga, Baru Pasar Lokal
Sesuai arahan Pemkab Kutai Timur, hasil panen memang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal agar tidak bergantung dari luar daerah. Namun, pemerintah desa mengambil kebijakan berbeda.
“Tujuan utamanya memang untuk pasar lokal, tapi kami ingin hasil panen nanti diutamakan dulu untuk warga. Kalau hasilnya lebih, baru kita pasarkan,” tegasnya.
Program ini juga menjadi yang pertama di Kecamatan Batu Ampar. Hingga saat ini, baru Desa Batu Timbau Ulu yang mulai merealisasikannya.




