GSNews.id – Di tengah efisiensi anggaran dan kondisi cuaca yang cukup ekstrem, Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) menyesuaikan strategi promosi pariwisata.
Media online dan media sosial kini menjadi salah satu fokus untuk memperluas jangkauan promosi dengan biaya yang lebih efisien.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengatakan strategi promosi dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kondisi daerah dan kemampuan wisatawan.
“Di tengah efisiensi anggaran dan kondisi cuaca yang cukup ekstrem saat ini, strategi promosi harus dilakukan secara bertahap. Prinsipnya, slow but sure, pelan tetapi pasti,” kata Awang Ivan. Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, kondisi ekonomi dan biaya perjalanan turut memengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung. Maka dari itu, Dispar Kukar akan lebih dahulu memaksimalkan pasar lokal dan regional, seperti wisatawan dari Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, Kutai Barat, Penajam Paser Utara, dan Paser.
“Untuk sementara kita bisa lebih memaksimalkan pasar wisatawan yang ada di Kalimantan Timur dan wilayah sekitar,” ujarnya.
Di sisi lain, promosi digital dinilai tetap mampu menjangkau wisatawan dari luar daerah bahkan mancanegara. Ketertarikan wisatawan asing terhadap budaya Erau yang terlihat melalui media sosial menjadi salah satu contoh bahwa konten digital dapat memperluas jangkauan informasi pariwisata Kukar.
“Media online memiliki jangkauan yang sangat luas dan relatif lebih efisien. Kita membuat konten promosi, kemudian ketika konten tersebut dibagikan atau disebarluaskan oleh masyarakat, komunitas, wisatawan, maupun pihak lainnya, jangkauannya akan semakin luas,” jelasnya.
Dispar Kukar juga berharap wisatawan yang datang saat Erau turut membagikan pengalaman mereka melalui media sosial. Dengan pola tersebut, promosi dapat bergerak lebih luas melalui partisipasi masyarakat dan pengunjung tanpa membutuhkan biaya promosi yang besar.
“Karena itu, untuk saat ini kami akan lebih memaksimalkan media online dan media sosial sebagai salah satu strategi utama promosi pariwisata Kukar,” tutup Awang Ivan. (Adv/Disparkukar)



