Homestay Warga Buka Peluang Ekonomi di Desa Wisata Sangkuliman

Potret Desa Wisata Sangkuliman

GSNews.id — Aktivitas wisata di Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), mulai memberi ruang lebih besar bagi warga untuk terlibat dalam layanan pariwisata. Salah satunya lewat rumah warga yang dimanfaatkan sebagai homestay.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bertata Menata Tertata (BMT) Sangkuliman, Rojali, menyebut sekitar 15 rumah telah disiapkan untuk menerima wisatawan yang membutuhkan tempat menginap.

“Ada sekitar 15 homestay di warga. Ada yang punya satu kamar, ada juga yang punya dua kamar,” ujar Rojali saat dihubungi, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, keberadaan homestay menjadi penting ketika Sangkuliman menerima wisatawan dalam jumlah banyak. Rumah warga dapat menjadi pilihan akomodasi, terutama bagi rombongan yang membutuhkan tempat bermalam selama mengikuti kegiatan di desa.

Kebutuhan tersebut terlihat dari sejumlah kunjungan rombongan yang masuk ke Sangkuliman. Salah satunya rombongan sekitar 50 orang. Selain itu, terdapat pula rencana kedatangan sekitar 150 siswa yang telah melakukan pemesanan untuk kegiatan penelitian desa wisata pada Oktober.

“Yang datang itu ada rombongan 50 orang. Bulan Oktober nanti ada sekitar 150 siswa yang sudah booking untuk penelitian desa wisata,” katanya.

Bagi Pokdarwis, homestay tidak sekadar membantu memenuhi kebutuhan penginapan. Model ini juga menjadi cara agar manfaat dari kunjungan wisatawan dapat langsung dirasakan masyarakat.

Pasalnya, rumah yang digunakan sebagai homestay merupakan milik warga dan pengelolaannya dilakukan secara langsung oleh pemilik rumah.

“Homestay itu milik warga. Jadi ketika wisatawan bermalam, manfaatnya juga kembali kepada warga,” pungkas Rojali.

Keterlibatan warga melalui homestay menjadi bagian dari upaya Pokdarwis BMT membangun ekosistem wisata berbasis masyarakat. Selain menyediakan akomodasi, warga memiliki peluang mendapatkan tambahan pendapatan dari aktivitas wisata yang berlangsung di desa.

Pengembangan layanan tersebut diharapkan terus berjalan seiring bertambahnya kunjungan. Dengan begitu, potensi Desa Sangkuliman tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga mampu membuka ruang ekonomi bagi masyarakat setempat. (adv/disparkukar)