Kembangkan Agrowisata Manunggal Jaya, Pokdarwis Fajar Lestari Harapkan Dukungan Lanjutan

tanaman buah di agrowisata Fajar Lestari Desa Manunggal Jaya, Kukar.

GSNews.id – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Fajar Lestari di Desa Manunggal Jaya, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menyebut dukungan yang diterima sejauh ini berupa pendampingan pengurusan legalitas dan bimbingan teknis (bimtek).

Kelompok tersebut menyatakan belum menerima bantuan lain untuk menunjang pengembangan kegiatan wisata.

Ketua Pokdarwis Fajar Lestari, Riyan Pangestu, mengatakan pendampingan tersebut membantu kelompoknya dalam aspek administrasi dan pengelolaan organisasi.

“Untuk sekarang, bantuan yang kami terima lebih kepada pengurusan legalitas. Selain itu, ada juga pendampingan berupa bimbingan teknis atau bimtek. Untuk bantuan lainnya, sejauh ini masih belum ada,” ujar Riyan, Minggu (20/9/2026).

Berdiri sejak Desember 2023, Pokdarwis Fajar Lestari berfokus mengembangkan agrowisata dengan menggandeng petani dan pelaku usaha setempat. Sejumlah kegiatan yang dirintis meliputi wisata petik belimbing, edukasi budidaya dan panen jamur, serta pengenalan aktivitas pertanian di Kampung Sawang.

Kelompok ini juga melihat potensi pengembangan wisata petik alpukat di kawasan Puncak HR yang memiliki perkebunan seluas sekitar 30 hektare.

Dalam kepengurusan yang tercantum pada surat keputusan (SK), jumlah anggota Pokdarwis mencapai sekitar 25 orang dan didominasi pemuda. Namun, jumlah anggota saat ini telah bertambah dan belum seluruhnya tercatat karena SK kepengurusan belum diperbarui.

Pengembangan agrowisata masih menghadapi tantangan, terutama ketergantungan pada kondisi alam dan hasil panen. Ketika durian gagal panen atau buah belimbing terbatas, kegiatan wisata petik buah tidak dapat berjalan optimal.

Sebagai alternatif, Pokdarwis turut membantu pemasaran produk UMKM secara daring. Produk yang dipasarkan meliputi madu kelulut, bubuk jahe merah, minyak kayu putih, dan minyak atsiri.

Ke depan, Pokdarwis berencana menata kawasan Puncak HR agar dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata yang lebih terarah. Rencana tersebut mencakup penyediaan ruang usaha kuliner bagi masyarakat dan target penerapan tiket masuk pada 2027.

Riyan mengatakan penataan kawasan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan.

“Kami memilih untuk berproses secara bertahap. Saat ini, kami masih menyusun tata ruang dan tata letak kawasan, khususnya di Puncak HR. Kami juga ingin memastikan lingkungan alam tetap terjaga karena kegiatan kami memang berdampingan langsung dengan alam,” ungkapnya.

Pokdarwis Fajar Lestari berharap pengembangan agrowisata dapat memperkenalkan potensi Desa Manunggal Jaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. (adv/disparkukar)