Keterbatasan Anggaran Tak Hentikan Dispar Kukar Promosikan Destinasi Wisata

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Awang Agus Dharmawan.

GSNews.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) mengandalkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk tetap menjalankan program pariwisata di tengah keterbatasan anggaran pada 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar Awang Agus Dharmawan mengatakan, kondisi anggaran membuat tidak seluruh kegiatan yang direncanakan dapat dilaksanakan tahun ini.

Meski demikian, pihaknya berupaya menjaga program seperti promosi wisata dan pengembangkan pelatihan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang masih memungkinkan untuk tetap berjalan.

“Hasilnya, kegiatan-kegiatan pada 2026 ini memang tidak semuanya bisa berjalan tahun ini. Kita maklum dengan kondisi anggaran yang ada, tetapi kami sedapat mungkin memastikan program-program yang bisa dijalankan tetap berjalan,” ujar Awang. Kamis (20/8/2026).

Salah satu upaya yang dilakukan yakni membuka ruang kolaborasi dengan pihak yang memiliki program dan kegiatan yang dapat mendukung pengembangan destinasi wisata.

“Yang bisa kita siasati dengan kolaborasi, kita lakukan. Program-program dari kawan-kawan yang memiliki program bisa disampaikan kepada kita,” katanya.

Menurut Awang, kolaborasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki Dispar. Pihak lain yang memiliki konsep kegiatan dapat menggandeng pemerintah daerah untuk melaksanakannya di destinasi wisata.

“Kalau kita punya fasilitas, ayo kita gandeng dan kita jalankan bersama. Seperti yang kemarin dilaksanakan kawan-kawan media,” jelasnya.

Ia menilai pola tersebut dapat menjadi alternatif untuk tetap menghidupkan destinasi wisata tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.

“Sekarang lebih kepada bagaimana kita memutar otak agar tujuan-tujuan wisata kita bisa terekspos melalui kawan-kawan media,” ungkap Awang.

Melalui kolaborasi tersebut, Dispar Kukar dapat memperoleh manfaat dari sisi promosi, sementara pihak yang menggelar kegiatan mendapatkan ruang dan fasilitas untuk menjalankan programnya.

“Kita mendapatkan keuntungan promosi secara gratis, sementara kita menyediakan tempat dan fasilitas secara gratis bagi kawan-kawan untuk berekspresi. Jadi, kira-kira seperti itu, saling menguntungkan,” pungkasnya. (Adv/Disparkukar)