Makna dan Sejarah Peringatan 26 Desember di Indonesia dan Dunia

Sumber: depositphotos.com

GSNews.id – Tanggal 26 Desember memiliki sejumlah makna penting yang diperingati di berbagai belahan dunia. Momen ini diisi dengan peringatan internasional hingga refleksi atas peristiwa kemanusiaan dan sejarah besar yang pernah terjadi.


Boxing Day di Berbagai Negara

Secara internasional, 26 Desember dikenal sebagai Boxing Day. Peringatan ini banyak dirayakan di negara-negara yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Kerajaan Inggris, seperti Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

Awalnya, Boxing Day merupakan tradisi pemberian hadiah atau “kotak” berisi uang dan barang dari majikan kepada pekerja setelah perayaan Natal. Dalam perkembangannya, hari ini berubah menjadi hari libur nasional yang identik dengan diskon besar-besaran dan lonjakan aktivitas belanja.

Di sejumlah negara, Boxing Day bahkan menjadi salah satu periode transaksi ritel tertinggi dalam setahun dan kerap diperpanjang menjadi “Boxing Week”.


Hari Relawan Palang Merah Indonesia

Di tingkat nasional, Indonesia memperingati Hari Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) setiap 26 Desember. Peringatan ini ditetapkan pada 2005 sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para relawan kemanusiaan.

Hari Relawan PMI memiliki kaitan erat dengan tragedi gempa dan tsunami Aceh 2004. Saat bencana tersebut terjadi, relawan PMI dari berbagai daerah terjun langsung membantu evakuasi, layanan kesehatan, hingga pemulihan pascabencana. Peringatan ini menjadi simbol solidaritas dan pengabdian kemanusiaan.


Mengenang Tragedi Tsunami Aceh 2004

26 Desember juga menjadi hari mengenang tragedi tsunami Aceh 2004, salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah dunia. Bencana ini dipicu gempa tektonik berkekuatan magnitudo 9,1 yang terjadi pada pukul 07.58 WIB dengan pusat gempa di Samudera Hindia.

Gelombang tsunami raksasa yang menghantam pesisir Aceh ini mamakan korban jiwa sekitar 169.000 jiwa (Indonesia) dan berdampak hingga ke sejumlah negara di Asia dan Afrika. Catatan ilmiah menyebutkan peristiwa ini termasuk lima gempa terbesar yang pernah tercatat, dengan dampak meluas ke sedikitnya 15 negara.

Tragedi tersebut hingga kini menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana serta kesiapsiagaan menghadapi ancaman alam di wilayah rawan gempa.