GSNews.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) meresmikan Patung Bung Karno di Kecamatan Sangasanga, sekaligus membuka Ruang Terbuka Hijau (RTH) baru di lokasi yang sama.
Sejarah dan Ruang Publik Bersatu
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menyebut momen ini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan rakyat Sangasanga sekaligus pengenalan sejarah kepada generasi muda.
“Patung Bung Karno dan RTH ini menjadi simbol penghargaan terhadap sejarah lokal dan sarana edukasi yang hidup bagi generasi muda,” kata Rendi saat peresmian, Selasa (27/1/2026).
Peristiwa Merah Putih Sangasanga
26 Januari menjadi catatan penting bagi sejarah Sangasanga. Pada 1947, pejuang lokal yang tergabung dalam Badan Pembela Republik Indonesia (BPRI) berhasil merebut kembali wilayah dari tentara Belanda (NICA).
Strategi unik dengan menggelar pertunjukan seni tradisional untuk mengalihkan perhatian penjajah, sementara senjata dan amunisi disalurkan kepada para pejuang. Serangan dini hari sekitar pukul 03.00 Wita berhasil menguasai wilayah, ditandai dengan penurunan bendera Belanda oleh pejuang La Hasan pada pukul 09.00 Wita.
Kisah heroik itu kini diabadikan melalui kolaborasi Pemkab Kukar dan PT Pertamina Sangasanga
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta
Pembangunan Patung Bung Karno dan RTH Sangasanga dilakukan melalui kerja sama Pemkab Kukar dan PT Pertamina Sangasanga. Rendi menegaskan, kolaborasi ini tidak hanya bertujuan memperkuat penghormatan terhadap sejarah, tapi juga mendorong pengembangan daerah.
“Kawasan ini diharapkan menjadi pusat kegiatan seni, budaya, dan edukasi sejarah yang rutin dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Fasilitas Pendukung dan Peningkatan Akses
Pemkab Kukar berkomitmen menambah fasilitas penunjang, seperti pembangunan musala, kios UMKM, dan perbaikan infrastruktur jalan menuju lokasi. Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan yang merata dan berkeadilan di seluruh wilayah Kutai Kartanegara.
Data Dinas Pariwisata Kukar menunjukkan, sejak 2023 kunjungan ke destinasi wisata sejarah meningkat hingga 18% per tahun, menandakan minat masyarakat terhadap sejarah lokal terus tumbuh.
Menghidupkan Warisan Lokal
Rendi menekankan, penguatan pemahaman sejarah melalui ruang publik seperti ini penting untuk menjaga semangat perjuangan tetap hidup di tengah masyarakat.
“Dengan adanya RTH dan Patung Bung Karno, masyarakat tidak hanya dapat menikmati ruang terbuka hijau, tapi juga belajar tentang sejarah perjuangan lokal yang membanggakan,” pungkasnya.




