Ramadan Picu Lonjakan Sampah hingga 20 Persen, DLH Samarinda Siapkan Skema Darurat

Ilustrasi truk pengangkut sampah DLH.

GSNews.id – Lonjakan aktivitas selama Ramadan berdampak langsung pada volume sampah di Samarinda. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperkirakan kenaikan sampah rumah tangga mencapai 10 hingga 20 persen, dengan potensi penumpukan tertinggi terjadi menjelang malam takbiran.

Kondisi ini menjadi pola tahunan yang selalu diantisipasi Pemkot agar kebersihan Kota Tepian tetap terjaga.

DLH Siapkan Skema Antisipasi

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, mengatakan pihaknya telah memetakan tren peningkatan sampah selama Ramadan.

Menurutnya, peningkatan volume sampah dipicu perubahan pola konsumsi masyarakat, mulai dari belanja bahan makanan hingga maraknya kemasan takjil.

Untuk mencegah penumpukan di Tempat Penampungan Sementara (TPS), DLH melakukan pergeseran personel. Petugas yang biasanya fokus pada pembersihan parit dan pendampingan gotong royong kini dialihkan membantu pengangkutan sampah di titik rawan.

Armada Disiagakan, Jadwal Diubah

DLH juga menyesuaikan sistem kerja selama Ramadan. Pengangkutan sampah kini dibagi dalam tiga sif, dengan fokus pada sore hari, tengah malam hingga subuh, serta pagi hari.

Saat ini, operasional didukung 71 armada dan 108 sopir yang melayani 82 TPS di seluruh Samarinda. Jika diperlukan, DLH membuka opsi meminjam alat berat dari BPBD maupun OPD teknis lain untuk mempercepat proses bongkar muat.

Langkah ini dinilai penting, mengingat proses manual kerap memakan waktu lebih lama saat volume sampah meningkat drastis.

Peran Warga Jadi Penentu

Meski strategi teknis telah disiapkan, DLH menegaskan keberhasilan pengendalian sampah sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat.

Warga diimbau membuang sampah sesuai jadwal dan tidak meninggalkan kantong plastik setelah armada terakhir beroperasi pada pukul 08.00 WITA. Kepatuhan terhadap jam pembuangan dinilai krusial agar TPS tetap steril dan tidak terjadi penumpukan berulang.

Dengan kolaborasi antara petugas dan masyarakat, lonjakan sampah selama Ramadan diharapkan tetap terkendali tanpa mengganggu kenyamanan lingkungan.