Sampah Plastik Pantai Biru Kersik Diolah Jadi Tas hingga Keranjang

Ilustrasi pemanfaatan sampah plastik menjadi kerajinan.

GSNews.id – Limbah plastik dari aktivitas wisata di Pantai Biru Kersik, Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar), dimanfaatkan menjadi produk kerajinan. Upaya ini menggabungkan pengurangan sampah dengan peluang menghasilkan barang bernilai ekonomis.

Program tersebut melibatkan Bank Sampah Kersik Berseri bersama pedagang di kawasan pantai. Plastik bekas kemasan yang terkumpul diolah menjadi beragam produk, seperti karpet, keranjang, tempat tisu, hingga tas.

Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Biru Kersik, Jumriana, mengatakan pengumpulan sampah dilakukan langsung oleh tim bank sampah dengan mendatangi warung-warung pedagang.

“Plastik kemasan itu sudah ada tim dari bank sampah, tim pengrajin dari bank sampah yang khusus ngambilin di warung-warung pedagang,” kata Jumriana, Jumat (2/10/2026).

Pengambilan dilakukan setiap Kamis. Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang dan dicatat sebagai tabungan sampah bagi pedagang maupun warga yang berpartisipasi. Sistem ini memudahkan mereka ikut mengelola limbah tanpa harus mengantarkannya sendiri ke bank sampah.

Selain mengumpulkan plastik, pengelola juga mengingatkan pedagang dan pengunjung agar tidak membuang sampah basah, seperti sisa makanan dan tulang ikan, ke laut. Sampah tersebut berpotensi terbawa arus kembali ke kawasan pantai.

Keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan destinasi. Melalui pengolahan sampah dan kebiasaan membuang limbah pada tempatnya, Pantai Biru Kersik diharapkan tetap nyaman bagi wisatawan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga. (adv/disparkukar)