GSNews.id – Kenaikan harga beras di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur (Kaltim), yang mencapai hampir Rp1 juta per karung, mendorong pemerintah memperketat pengawasan serta mempercepat distribusi bahan pangan ke wilayah tersebut.
Langkah pengamanan dilakukan melalui kolaborasi Satgasda Pangan Polda Kalimantan Timur dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang turun langsung mengawal pengiriman bahan pokok ke Mahakam Ulu.
Distribusi Jadi Kunci
Sebagai respons awal, pemerintah menyiapkan 3,2 ton bahan pangan yang terdiri dari beras premium, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta Minyakita. Pasokan ini ditujukan untuk menambah ketersediaan pangan di tengah keterbatasan akses distribusi.
Upaya tersebut diharapkan dapat menahan laju kenaikan harga sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
Tidak Ditemukan Penimbunan
Koordinator Satgasda Pangan Polda Kaltim, AKBP Haris Kurniawan, memastikan lonjakan harga yang terjadi tidak berkaitan dengan praktik penimbunan.
“Hasil pemantauan kami belum menemukan adanya penimbunan. Kenaikan harga lebih dipengaruhi oleh kendala distribusi, terutama jarak tempuh yang jauh dan terganggunya transportasi sungai,” jelas Haris.
Menurutnya, kondisi geografis Mahakam Ulu membuat pasokan sangat bergantung pada kelancaran jalur transportasi.
Jalur Sungai Terhambat
Selama ini, jalur sungai dari Samarinda menuju Kutai Barat dan Mahakam Ulu menjadi tumpuan utama distribusi logistik. Namun belakangan, jalur tersebut tidak dapat beroperasi secara optimal, sehingga berdampak pada waktu tempuh dan biaya pengiriman.
Meski demikian, Satgasda Pangan memastikan pengawasan distribusi akan terus dilakukan hingga seluruh bahan pangan tiba dan diterima masyarakat.
Bulog Alihkan Pengiriman
Kepala Kantor Wilayah Bulog Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Musazdin Said, menyebut kondisi jalur sungai memaksa perubahan skema distribusi.
“Kami mendapat informasi bahwa hingga saat ini kapal belum bisa menuju Mahakam Ulu. Karena itu, distribusi dialihkan lewat darat meski memerlukan waktu lebih lama,” kata Musazdin.
Pengalihan jalur ini menjadi opsi sementara agar pasokan tetap berjalan.

Perjalanan 2–3 Hari
Musazdin memperkirakan pengiriman melalui jalur darat membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari. Kendaraan pengangkut harus melewati rute Melak–Ujoh Bilang yang sebagian infrastrukturnya masih dalam tahap pembangunan.
Setelah tiba, logistik tidak langsung dilepas ke pasar umum, melainkan dikelola pemerintah daerah.
Pasar Murah Jelang Ramadan
Seluruh bahan pangan akan diserahkan kepada pemerintah kabupaten untuk disalurkan melalui kegiatan pasar murah dan bazar, khususnya sebagai langkah antisipasi menjelang Ramadan.
“Gerakan pasar murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi tingginya harga kebutuhan pokok,” ujar Musazdin.
Ia menegaskan, harga jual komoditas wajib mengacu pada harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Bapanas. Beras premium dijual Rp15.400 per kilogram, beras SPHP Rp13.100 per kilogram, dan Minyakita maksimal Rp15.700 per liter.




