GSNews.id – Tiongkok menggelar parade militer berskala besar pada Rabu (3/9/2025) untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II sekaligus Hari Kemenangan atas Jepang. Perhelatan ini menjadi yang terbesar kedua setelah parade serupa pada 2015, dan dinilai sarat pesan politik serta strategi keamanan Beijing di tengah dinamika geopolitik global.
Parade yang berlangsung di Beijing itu menampilkan berbagai alutsista modern dan pasukan dalam jumlah besar. Pemerintah Tiongkok menyebut peringatan ini sebagai “Kemenangan Rakyat Tiongkok dalam Perang Perlawanan Melawan Agresi Jepang dan Perang Dunia Anti-Fasis”.
Penekanan pada narasi anti-Jepang dinilai sebagai sinyal agar Tokyo bersikap lebih hati-hati, terutama terkait isu Taiwan.
Sejumlah analis di Tiongkok menyebut demonstrasi kekuatan tersebut juga ditujukan kepada Taiwan. Beijing ingin menegaskan ketimpangan kekuatan militer di kawasan Selat Taiwan, sekaligus memperkuat pesan bahwa upaya perlawanan terhadap daratan utama dianggap tidak seimbang.
Dalam narasi resminya, Tiongkok juga mengangkat sejarah Perang Dunia II sebagai pengalaman bersama dengan Taiwan, sembari mengkritik pandangan sebagian masyarakat Taiwan yang menilai Jepang sebagai mitra strategis.
Selain itu, parade ini dipandang sebagai pesan strategis kepada Amerika Serikat. Beijing menampilkan kemampuan penangkalan militernya dengan harapan Washington menahan sikap konfrontatif dan mempertimbangkan hubungan yang lebih stabil. Analis kebijakan luar negeri di Tiongkok menilai pameran kekuatan ini mencerminkan perubahan keseimbangan global menuju tatanan dunia multikutub.
Di tingkat internasional, Tiongkok memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan posisinya sebagai salah satu poros kekuatan global, seiring melemahnya dominasi ekonomi negara-negara Barat dan bangkitnya negara-negara Global Selatan. Parade tersebut sekaligus menjadi ajang konsolidasi internal, memperkuat persatuan nasional, dan menunjukkan bahwa Beijing tetap percaya diri menghadapi tantangan ekonomi maupun geopolitik ke depan.
(ntdkplw)



