GSNews.id – Rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 terancam molor. Meski Kabupaten Paser menyatakan siap menjadi tuan rumah, sebagian besar kabupaten/kota justru belum menyiapkan anggaran untuk mengirim atlet.
Kondisi ini memunculkan opsi penundaan ke 2027 agar persiapan lebih realistis dan tidak membebani daerah.
Lebih 50 Persen Belum Anggarkan Dana
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim, Muhammad Faisal, mengungkapkan hasil rapat koordinasi terakhir menunjukkan lebih dari separuh daerah belum mengalokasikan dana partisipasi Porprov dalam APBD mereka.
“Paser siap 2026. Tapi pertanyaannya, daerah lain siap tidak? Jangan sampai event jalan, pesertanya cuma dua daerah,” ujar Faisal.
Menurut Faisal, persoalan utama bukan soal kesiapan teknis, melainkan ketersediaan anggaran. Kebijakan penyesuaian fiskal membuat banyak pemerintah daerah harus memangkas prioritas belanja, termasuk sektor olahraga.
“Bukan tidak mau ikut, tapi memang tidak dianggarkan. Setelah pemotongan anggaran, banyak daerah harus menata ulang prioritas,” jelasnya.
Opsi Geser ke 2027
Mayoritas peserta rapat, lanjut Faisal, cenderung memilih pelaksanaan pada triwulan pertama 2027. Opsi tersebut dinilai lebih aman dan memberi ruang persiapan yang cukup.
Dispora Kaltim dalam waktu dekat akan kembali menggelar pertemuan bersama para Kadispora, Ketua KONI kabupaten/kota, serta Bupati Paser untuk memutuskan jadwal final.
“Suara terbanyak memang ke 2027. Tapi keputusan tetap akan dibahas bersama,” katanya.
Skema Multi-Venue Jadi Alternatif
Selain wacana penundaan, Dispora juga membuka peluang pelaksanaan dengan sistem berbagi venue lintas daerah. Skema ini meniru konsep pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional yang digelar di beberapa wilayah sekaligus.
“Bisa saja sebagian di Paser, sebagian di Balikpapan, Samarinda, atau Berau. Jadi tidak semua beban di satu daerah,” jelas Faisal.
Menurutnya, pola tersebut dapat menekan biaya sekaligus memastikan agenda pembinaan atlet menuju Pra-PON dan PON tetap berjalan.
Faisal menegaskan lebih dari 50 persen daerah memang belum menganggarkan dana, namun ia enggan merinci nama-namanya untuk menghindari polemik.
“Ini soal kebijakan anggaran masing-masing daerah. Kalau sudah dianggarkan, mereka siap,” tegasnya.
Keputusan akhir akan ditentukan bersama kepala daerah dalam waktu dekat. Kepastian jadwal dinilai penting agar program pembinaan atlet Kaltim tidak terganggu dan target prestasi tetap terjaga.




