GSNews.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mematangkan pembangunan waterboom berskala besar di kawasan Pulau Kumala, Kecamatan Tenggarong.
Fasilitas wisata tersebut ditargetkan dapat beroperasi penuh dalam empat bulan terakhir 2026.
Kehadiran waterboom ini diproyeksikan menjadi salah satu daya tarik baru untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Pulau Kumala.
Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar Awang Agus Dharmawan mengatakan, pembangunan waterboom kini memasuki tahap akhir.
Sejumlah pekerjaan yang tersisa difokuskan pada aspek keselamatan kolam dan penataan lanskap kawasan.
“Memang dianggarkan di 2026, tinggal sisi pengaman kolam sama lanskapnya,” kata Awang Agus, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, aspek keamanan menjadi perhatian penting sebelum fasilitas tersebut dibuka untuk masyarakat.
Selain memastikan wahana siap digunakan, penataan kawasan juga dilakukan agar lingkungan waterboom semakin nyaman bagi pengunjung.
Dispar Kukar juga melihat keberadaan waterboom sebagai peluang untuk memperkuat daya tarik Pulau Kumala sebagai kawasan wisata keluarga.
Konsep tersebut didukung dengan rencana penerapan harga tiket yang terjangkau sehingga fasilitas dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat.
“Kami optimistis wilayah sekitar terdampak. Apalagi waterboom sebesar itu dengan biaya masuk yang murah, pasti akan menarik masyarakat,” ujarnya.
Dengan adanya pilihan rekreasi baru di Tenggarong, masyarakat Kukar diharapkan memiliki lebih banyak alternatif wisata tanpa harus bepergian ke luar daerah untuk menikmati wahana air.
Tak hanya dari sisi pariwisata, pengoperasian waterboom juga diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Meningkatnya kunjungan wisatawan berpotensi membuka peluang bagi pelaku usaha kecil, pedagang serta sektor pendukung lainnya di sekitar kawasan.
Awang berharap keberadaan objek wisata baru tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menggerakkan kembali aktivitas ekonomi lokal sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata Kukar.
“Saya harap, dengan adanya objek wisata baru di Pulau Kumala, ekonomi kita bisa hidup kembali di tengah kondisi yang serba sulit ini,” tutupnya. (adv/disparkukar)



