GSNews.id – Tren masyarakat memilih destinasi wisata yang dekat dan terjangkau menjadi peluang bagi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hingga pertengahan 2026, penerimaan dari sejumlah destinasi wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dinas Pariwisata (Dispar) telah mendekati Rp1 miliar.
Capaian tersebut berasal dari sejumlah destinasi yang saat ini berada di bawah pengelolaan Dispar Kukar, yakni Pantai Tanah Merah, Tugu Ekuator, Pulau Kumala, Planetarium, dan Waduk Benanga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Darmawan, mengatakan perkembangan penerimaan tersebut menunjukkan potensi sektor pariwisata sebagai salah satu sumber PAD daerah.
“Yang dikelola Dinas Pariwisata itu Pantai Tanah Merah, Tugu Ekuator, Pulau Kumala, Planetarium, dan Waduk Benanga sekarang ini,” ujar Awang, Jumat (14/8/2026).
Dari sejumlah destinasi tersebut, Pantai Tanah Merah di Kecamatan Samboja menjadi salah satu penyumbang penerimaan terbesar. Hingga Juli 2026, penerimaan dari objek wisata tersebut tercatat mencapai Rp83 juta.
“Kalau Pantai Tanah Merah sampai bulan Juli itu pemasukannya sudah Rp83 juta,” ungkapnya.
Jika dihitung secara keseluruhan, penerimaan dari destinasi yang dikelola Dispar telah mendekati Rp1 miliar. Angka tersebut masih berpeluang bertambah karena tahun anggaran 2026 belum berakhir.
“Untuk keseluruhan yang masuk ke PAD itu sudah hampir Rp1 miliar untuk enam destinasi. Sementara kami menargetkan Rp1,4 miliar,” katanya.
Dispar Kukar optimistis target penerimaan sekitar Rp1,4 miliar dapat tercapai hingga akhir tahun. Sejumlah momentum libur panjang diperkirakan dapat menjadi pendorong tambahan kunjungan wisatawan, termasuk periode libur Natal dan Tahun Baru.
“Baru satu semester, Juni kan, baru setengah tahun. Artinya kami optimis targetnya tercapai,” ujarnya.
“Mudah-mudahan bisa melebihi, karena ini ada momen. Nanti kan momen libur lagi nih. Ada momen tahun baru nih, di Desember,” sambungnya.
Di sisi lain, perubahan pola pengeluaran masyarakat dinilai turut membuka peluang bagi destinasi wisata lokal. Kondisi ekonomi membuat masyarakat semakin mempertimbangkan biaya perjalanan ketika menentukan tujuan liburan.
Destinasi yang dekat, mudah dijangkau dan tidak membutuhkan biaya perjalanan besar menjadi alternatif bagi keluarga yang tetap ingin menikmati waktu liburan.
“Karena mungkin trennya ini, orang nggak mau lagi berwisata jauh-jauh yang mengeluarkan banyak uang dan segala macam. Kan mending yang dekat-dekat, murah, meriah, terjangkau,” tutur Awang.
Menurutnya, perjalanan ke luar daerah maupun luar pulau membutuhkan biaya tambahan, mulai dari transportasi, akomodasi hingga konsumsi. Karena itu, keberadaan destinasi lokal dapat menjadi pilihan rekreasi yang lebih ekonomis bagi masyarakat.
“Mau terbang, pikir mahal. Belum lagi biaya hotel, biaya makan. Kita cari yang dekat-dekat,” katanya.
Selain memberikan pilihan rekreasi yang lebih terjangkau, meningkatnya kunjungan wisatawan ke destinasi lokal juga memberikan efek ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. Aktivitas perdagangan, kuliner, jasa transportasi dan usaha lainnya dapat ikut bergerak ketika kawasan wisata ramai dikunjungi.
Dispar Kukar pun mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai destinasi wisata yang tersedia di daerah sebagai pilihan rekreasi bersama keluarga.
“Ya, acara yang dekat-dekat saja, yang penting bisa dijangkau. Sama-sama keluarga,” tandasnya.
Dengan potensi kunjungan yang masih terbuka hingga akhir tahun, pariwisata lokal diharapkan tidak hanya menjadi alternatif liburan yang ramah di kantong, tetapi juga semakin berperan dalam memperkuat PAD dan menggerakkan ekonomi masyarakat Kukar. (adv/disparkukar)




