Anggaran Terbatas, Desa Batu Timbau Ulu Optimalkan Program Jagung dengan APBDes

Sumber: Pemdes Batu Timbau Ulu.

GSNews.id – Di tengah keterbatasan anggaran desa, Pemerintah Desa Batu Timbau Ulu tetap menjalankan program penanaman jagung sebagai bagian dari Swasembada Pangan Nasional. Seluruh pembiayaan bahkan ditanggung dari APBDes 2025.

Dibiayai APBDes, Tanpa Bantuan Khusus

Kepala Desa Batu Timbau Ulu, Aripin mengungkapkan, hingga saat ini belum ada kepastian bantuan bibit, pupuk, maupun alat dari pemerintah kabupaten.

“Anggaran yang kami gunakan berasal dari APBDES Tahun 2025, dari dana ADD tahap ke-IV. Kami keluarkan akhir Desember 2025 lalu,” jelas Aripin.

Ia menambahkan, desa hanya menerima instruksi dari pemerintah kecamatan dan pihak kepolisian setempat untuk melaksanakan penanaman jagung.

Sinergi Pemkab Kutai Timur bersama TNI/Polri, menurutnya, lebih pada peninjauan lapangan, pendampingan, serta sosialisasi program.

Libatkan Petani dan Ibu-Ibu PKK

Dalam pelaksanaannya, sekitar 10 petani lokal dilibatkan karena luas lahan masih terbatas. Selain itu, ibu-ibu PKK dan perangkat desa juga ikut turun tangan.

Tak hanya itu, antusiasme warga cukup tinggi. Sekitar 70 orang hadir saat proses penanaman berlangsung.

“Antusias warga sangat baik. Banyak yang datang untuk menyukseskan program ini,” katanya.

Tertekan Defisit Anggaran

Meski semangat berjalan, desa menghadapi tekanan fiskal. Dalam beberapa tahun terakhir, anggaran desa terus mengalami penurunan signifikan.

“Awal tahun ini saja kita turun 2,5 miliar. Tahun sebelumnya juga dua kali turun. Dari sebelumnya sekitar 7,5 miliar, sekarang tinggal 2,5 miliar lebih sedikit,” ungkapnya.

Akibatnya, sejumlah program pembangunan desa terpaksa dibatalkan dan dicoret dari RKPDes.

Rencana Perluasan, Tunggu Dukungan

Ke depan, desa membuka peluang perluasan lahan, termasuk kemungkinan sistem tumpang sari dengan kebun sawit desa.

Saat ini, kebun sawit desa sudah seluas 7,5 hektare dan ditargetkan bertambah menjadi 15 hektare.

“Kalau memungkinkan, mungkin kita ambil sedikit untuk tumpang sari jagung. Tapi tentu kita juga berharap ada support dari Pemkab Kutim, baik bibit, pupuk maupun peralatan,” pungkasnya.