GSNews.id – Keberadaan Pesut Mahakam menjadi salah satu potensi unggulan yang terus dikembangkan dalam ekowisata di Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Pela, Alimin, mengatakan Sungai Pela menjadi salah satu kawasan yang kerap menjadi habitat aktivitas Pesut Mahakam, khususnya saat kondisi air sedang pasang.
“Kalau pesut itu waktu air pasang. Kalau kemarau seperti ini agak susah. Kalau air sedang bagus, biasanya keberadaannya lebih mudah ditemukan di Sungai Pela,” kata Alimin, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, periode Oktober hingga Mei menjadi waktu yang cukup penting bagi keberadaan Pesut Mahakam di kawasan tersebut. Pada periode itu, kondisi perairan dinilai lebih mendukung aktivitas Pesut, termasuk proses perkembangbiakan hingga melahirkan.
Alimin menyebut, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, populasi Pesut Mahakam yang terpantau secara keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar 64 ekor. Dari jumlah tersebut, sekitar 44 ekor di antaranya diketahui kerap masuk dan beraktivitas di Sungai Pela.
“Dari pemantauan kami, yang sering masuk dan bermain di Sungai Pela itu sekitar 44 ekor. Jadi memang cukup banyak yang menjadikan kawasan ini sebagai tempat beraktivitas,” ujarnya.
Keberadaan satwa endemik Sungai Mahakam tersebut dinilai memberikan nilai tambah bagi pengembangan pariwisata Desa Pela. Wisatawan tidak hanya dapat menikmati suasana perairan, tetapi juga memperoleh pengalaman melihat langsung kehidupan Pesut Mahakam di habitatnya.
Alimin menegaskan, pengembangan wisata Pesut harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Menurutnya, keberadaan Pesut merupakan bagian penting dari ekosistem perairan yang perlu dijaga bersama.
“Pesut ini memang daya tariknya sangat bagus untuk ekowisata. Tetapi yang paling penting, pariwisata itu tidak boleh merusak lingkungan,” tegasnya.
Selain menjadi daya tarik wisata, keberadaan Pesut juga dinilai menjadi salah satu penanda kondisi ekosistem Sungai Pela. Pesut yang masih beraktivitas di kawasan tersebut menunjukkan bahwa perairan masih memiliki sumber makanan dan mendukung kehidupan satwa.
“Pesut ini sebagai penanda bahwa ikan masih banyak di Sungai Pela. Jadi keberadaannya juga menjadi sahabat bagi nelayan yang ada di Pela,” jelas Alimin.
Pengembangan ekowisata di Desa Pela diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Potensi wisata Pesut Mahakam diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong kepedulian terhadap kelestarian sungai dan habitat satwa.
“Pesut ini mengindikasikan bahwa Sungai Pela masih asri. Jadi kami ingin ekowisata ini terus berkembang, tetapi lingkungan dan habitat Pesut juga tetap terjaga,” pungkasnya. (adv/disparkukar)



