GSNews.id — Promosi pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar) kini semakin diarahkan ke ruang digital. Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar memanfaatkan konten kreatif dan jejaring media sosial untuk memperkenalkan potensi daerah secara lebih luas.
Strategi tersebut dilakukan dengan mengemas berbagai potensi Kukar menjadi materi promosi digital. Tidak hanya destinasi wisata, tetapi juga event budaya, potensi desa hingga produk masyarakat ikut diperkenalkan.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengatakan sejumlah kegiatan promosi telah berjalan sepanjang 2026. Salah satu bentuknya melalui pembuatan video promosi untuk mendukung agenda pariwisata di sejumlah wilayah.
“Untuk bidang pemasaran sendiri, kami sudah melaksanakan promosi. Yang pertama membuat video promosi. Di awal Januari kami membantu promosi Festival Kota Bangun dan Sangasanga,” ujar Awang, Jumat (25/9/2026).
Promosi kemudian berlanjut pada Festival Ramadan di Maluhu. Konten yang dibuat tidak hanya menampilkan kegiatan, tetapi juga mengangkat potensi wisata dan produk pertanian yang dimiliki masyarakat setempat.
Jangkauan promosi juga diperluas ke luar Kalimantan Timur. Pada Juni 2026, Dispar Kukar membawa potensi daerah melalui kegiatan mini eksibisi di Bali.
Di tingkat desa, promosi potensi Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut, juga dilakukan melalui dukungan pokok-pokok pikiran (pokir) dewan.
Sementara itu, Erau Adat Kutai 2026 menjadi salah satu agenda yang dikemas dengan konsep promosi berbeda. Dispar menyiapkan video teaser hingga mini movie yang mengangkat rangkaian Erau dalam bentuk cerita.
Produksi tersebut melibatkan sejumlah talent dan menjadi kelanjutan dari konsep film promosi Erau yang dibuat sebelumnya.
“Ini melanjutkan movie Erau tahun lalu. Kalau sudah selesai, insyaallah akan diluncurkan dan ditonton bersama Sultan,” jelas Awang.
Menurutnya, materi tersebut juga disiapkan sebagai bagian dari promosi jangka panjang. Salah satunya untuk memperkuat citra Erau apabila kembali masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) pada tahun berikutnya.
Dispar Kukar juga membuka ruang kolaborasi dengan komunitas, pengelola destinasi dan kreator konten. Konten yang diproduksi para mitra dapat ikut diperkuat melalui kanal promosi resmi Dispar.
“Semakin banyak yang berkolaborasi, baik komunitas, objek wisata maupun kreator konten. Ketika mereka membuat konten promosi, kami ikut membantu menyebarluaskannya,” ucapnya.
Melalui pola promosi tersebut, Dispar Kukar ingin memperluas jangkauan informasi pariwisata dengan memanfaatkan kekuatan konten digital. Harapannya, potensi wisata dan ekonomi kreatif Kukar semakin dikenal, tidak hanya oleh masyarakat daerah tetapi juga calon wisatawan dari luar daerah. (adv/disparkukar)




