GSNews.id – Peluncuran Jaecoo J5 EV di Indonesia dengan harga perkenalan mulai dari Rp 250 juta memicu perbincangan hangat di pasar otomotif, menempatkan SUV listrik tersebut sebagai penantang termurah di kelasnya.
Menanggapi langkah agresif harga dari pesaingnya, BYD Motor Indonesia, melalui Presiden Direktur-nya, Eagle Zhao, tetap optimistis dan menegaskan fokus pada kualitas produk dan value yang diterima konsumen.
Ditemui di pameran GIIAS Makassar 2025, Eagle Zhao menilai bertambahnya pilihan mobil listrik di Indonesia adalah kabar baik bagi konsumen.
“Kami sangat senang melihat semakin banyak pilihan datang ke pasar. Ini memberikan pilihan bagi masyarakat,” ujar Eagle Zhao di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC), Rabu (5/11/2025).
Menurut Eagle Zhao, BYD Indonesia memilih untuk tetap berpegang pada kualitas dan teknologi yang teruji, alih-alih hanya menyesuaikan harga mengikuti kompetitor. Perusahaan percaya bahwa konsumen akhirnya akan menilai nilai keseluruhan mobil, melampaui sekadar harga jual awal.
Strategi ini tercermin pada performa penjualan BYD. Eagle Zhao mencontohkan model BYD Atto 3, yang mengalami kenaikan penjualan dari tahun ke tahun, menunjukkan bahwa produk BYD diterima dengan baik dan mendapat kepercayaan konsumen.
“Dari sisi penjualan, BYD Atto 3 terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini bukti bahwa produk kami diterima dengan baik oleh masyarakat,” jelas Eagle Zhao.
Kenaikan penjualan tersebut juga menunjukkan tingginya rekomendasi dari konsumen, baik dari keluarga, teman, maupun rekan kerja, sebagai bukti nyata kepercayaan pasar terhadap produk BYD.
BYD menekankan bahwa persaingan harga yang sehat akan menguntungkan konsumen, namun perusahaan yakin bahwa faktor utama dalam memilih mobil listrik tetap kualitas, teknologi baterai, dan value yang ditawarkan lini produk BYD.
Dengan strategi ini, BYD berharap tetap bisa mempertahankan posisi sebagai pemain kuat di pasar mobil listrik Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional.
(ett)




