GSNews.id – Kekayaan budaya masyarakat Desa Panca Jaya, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berpeluang menjadi daya tarik tambahan bagi wisata Danau Biru. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat ingin memadukan pesona alam dengan tradisi masyarakat untuk memperkaya pengalaman wisatawan.
Ketua Pokdarwis Danau Biru, Masdar, mengatakan Desa Panca Jaya dihuni masyarakat dari beragam latar belakang, di antaranya suku Kutai, Banjar, Bugis, Timur, dan Toraja. Keberagaman tersebut dinilai memiliki potensi untuk diperkenalkan kepada pengunjung melalui kegiatan wisata budaya.
“Keberagaman masyarakat di Desa Panca Jaya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata,” kata Masdar saat dihubungi, Senin (5/10/2026).
Ia menyebut, Pokdarwis ingin memberi ruang bagi setiap kelompok masyarakat untuk menampilkan tradisi dan kebudayaan masing-masing. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan Danau Biru, tetapi juga mengenal kehidupan sosial dan budaya warga setempat.
“Nah itu mau kita munculkan budaya setiap suku,” ujarnya.
Menurut Masdar, pengembangan wisata budaya juga dapat menjadi sarana untuk menjaga tradisi agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar potensi tersebut dapat dikembangkan sesuai karakter dan kebudayaan yang dimiliki.
“Kita ingin budaya dari masing-masing suku bisa tetap dilestarikan dan diperkenalkan kepada pengunjung,” jelasnya.
Melalui perpaduan wisata alam dan budaya, Pokdarwis Danau Biru berharap pilihan aktivitas bagi pengunjung semakin beragam. Upaya ini sekaligus diharapkan mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata Desa Panca Jaya secara berkelanjutan. (adv/disparkukar)




