Festival Pesta Laut Samboja Bakal Jadi Ruang Promosi Budaya dan UMKM

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda.

GSNews.id – Festival Pesta Laut Samboja menjadi salah satu upaya Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mengembangkan wisata berbasis budaya dan masyarakat pesisir.

Kegiatan yang berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 di kawasan Pasar Kuala, RT 14, Kelurahan Samboja Kuala, ini menghadirkan ritual adat, pertunjukan seni, hiburan rakyat, hingga keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain menjaga tradisi masyarakat pesisir, festival ini diharapkan menjadi sarana promosi potensi wisata sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produknya kepada pengunjung.

Ketua Panitia Festival Pesta Laut Samboja, Muhammad Saleh, mengatakan persiapan kegiatan dilakukan bersama masyarakat dan pemerintah kelurahan. Panitia juga menyiapkan berbagai rangkaian acara untuk memperkenalkan sejarah dan kearifan lokal kepada masyarakat.

“Festival ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga bagaimana tradisi Pesta Laut tetap terjaga dan dikenal oleh generasi berikutnya,” menjadi salah satu pesan yang ingin diangkat melalui kegiatan tersebut.

Rangkaian acara diawali dengan ritual adat Pesta Laut pada 15 Oktober 2026. Salah satu prosesi penting dalam tradisi masyarakat pesisir tersebut adalah pelarungan.

Pada 16 Oktober, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan festival dan pertunjukan seni masyarakat. Festival kemudian diisi berbagai agenda hingga penutupan pada 18 Oktober 2026.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan panitia lokal untuk memastikan kesiapan pelaksanaan kegiatan.

“Besok kami akan rapat akhir untuk pelaksanaannya, ada asistensi dari kecamatan dan panitia-panitia lokal. Kami akan menentukan skema pertanggungjawabannya,” ujar Zikri.

Menurutnya, festival berbasis budaya memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata sekaligus ruang bagi pelaku ekonomi kreatif dalam memperkenalkan karya mereka.

Zikri juga menyebutkan bahwa kehadiran penampil atau artis dari luar daerah berpeluang menambah daya tarik kegiatan dan meningkatkan antusiasme pengunjung.

“Skema mendatangkan artis itu selalu ada karena merupakan magnet untuk membesarkan suatu acara. Kemungkinan itu juga ada dalam kegiatan ini,” katanya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan festival telah melalui proses kurasi dan pembahasan sesuai mekanisme pemerintah daerah. Koordinasi dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Memang kita sedang defisit, tetapi kegiatan yang terlaksana ini sudah lolos kurasi sehingga bisa dilaksanakan. Kalau memang mendapat lampu merah, tentu tidak akan kami laksanakan,” jelasnya.

Melalui Festival Pesta Laut Samboja, Dispar Kukar berharap tradisi masyarakat pesisir tetap lestari dan semakin dikenal luas. Keterlibatan masyarakat dan UMKM juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi serta memperkuat potensi pariwisata di wilayah Samboja. (adv/disparkukar)