GSNews.id – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dikma Lestari mendorong pembenahan fasilitas wisata Danau Semayang di Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), agar wisatawan dapat tinggal lebih lama dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Ketua Pokdarwis Dikma Lestari, Mariatul Husna, mengatakan kunjungan wisatawan sepanjang tahun ini terlihat meningkat. Salah satu daya tariknya adalah kondisi air Danau Semayang yang menyusut saat musim kemarau dan ramai diperbincangkan di media sosial.
“Dengan adanya dukungan dan perbaikan fasilitas, kami berharap pelayanan kepada wisatawan semakin baik. Pengunjung juga diharapkan bisa tinggal lebih lama sehingga masyarakat setempat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari pengembangan pariwisata Danau Semayang,” ujar Mariatul, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, sebagian besar pengunjung masih datang untuk menikmati pemandangan, berfoto, makan, atau bersantai di sekitar danau. Sementara itu, wisatawan yang ingin menginap belum banyak terlayani karena fasilitas penginapan belum berfungsi secara optimal.
Homestay yang dikelola Pokdarwis Dikma Lestari merupakan bantuan dari Dinas Pariwisata tingkat provinsi. Fasilitas tersebut terdiri atas enam bangunan terpisah dengan masing-masing satu kamar. Pembangunannya dimulai sekitar 2023 dan selesai pada 2024, disertai bantuan perlengkapan berupa kasur, kulkas, dan kompor.
Namun, sejumlah kendala teknis masih perlu dibenahi. Instalasi air mengalami kerusakan karena beberapa pipa bocor atau terputus sehingga air belum mengalir ke kamar-kamar. Sejumlah bagian atap juga mengalami kebocoran.
“Untuk homestay, kendala yang masih kami hadapi adalah instalasi air dan atap yang bocor. Kondisi ini membuat fasilitas belum bisa digunakan secara maksimal, padahal kami berharap penginapan tersebut dapat menunjang kebutuhan wisatawan yang datang ke Danau Semayang,” jelasnya.
Untuk sementara, pengelola menjelaskan kondisi fasilitas kepada calon tamu sebelum mereka memutuskan menginap. Apabila homestay belum sesuai dengan kebutuhan, calon tamu disarankan mencari alternatif penginapan di Kota Bangun.
Selain pembenahan homestay, Pokdarwis Dikma Lestari merencanakan pengoperasian satu bangunan sebagai kedai kuliner pada 2027. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menambah pilihan layanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Danau Semayang.
Pengembangan wisata juga berpeluang mendukung pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat Desa Semayang. Sejumlah produk olahan hasil perikanan, seperti kerupuk ikan belida, abon ikan, dan ikan asin, telah diproduksi warga setempat.
Pokdarwis membantu memperkenalkan produk tersebut kepada pengunjung dengan mengarahkan calon pembeli langsung kepada pelaku usaha. Upaya ini diharapkan dapat menghubungkan aktivitas pariwisata dengan perputaran ekonomi masyarakat.
Mariatul menilai peningkatan kunjungan perlu diimbangi dengan fasilitas dan pelayanan yang memadai. Dengan penginapan yang layak, pilihan kuliner, serta produk lokal yang semakin dikenal, wisatawan diharapkan memiliki lebih banyak alasan untuk menghabiskan waktu di Desa Semayang.
“Harapan kami, fasilitas wisata bisa semakin lengkap, mulai dari penginapan hingga kedai kuliner. Produk UMKM masyarakat juga bisa semakin dikenal oleh pengunjung. Dengan begitu, pengembangan wisata dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga Desa Semayang,” ungkapnya.
Ia berharap dukungan anggaran dan bantuan lanjutan dapat membantu memperbaiki homestay serta merealisasikan rencana kedai kuliner. (adv/disparkukar)



