Tak Cukup Berau–Maratua, Gubernur Kaltim Ingin Maratua Terkoneksi Bali

Ilustrasi Maskapai Wings Air

GSNews.id – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mendorong pembukaan jalur penerbangan yang menghubungkan Bali hingga Maratua, Kabupaten Berau, sebagai langkah memperkuat konektivitas pariwisata Kaltim ke pasar nasional dan internasional.

Usulan tersebut disampaikan Rudy saat menghadiri peresmian penerbangan perdana maskapai Wings Air untuk rute Berau–Maratua.

Dorong Konektivitas dari Bali ke Maratua

Rudy menilai Maratua memiliki posisi strategis sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia yang belum sepenuhnya terhubung dengan pusat kunjungan wisata utama seperti Bali.

“Maratua bukan hanya kebanggaan Berau dan Kaltim, tapi juga destinasi nasional bahkan internasional. Karena itu perlu konektivitas yang kuat,” ujarnya, Jumat (17/1/2026).

Ia mengusulkan agar rute penerbangan dapat terkoneksi mulai dari Denpasar, Balikpapan, Berau, hingga Maratua. Dengan skema tersebut, wisatawan yang berlibur ke Bali bisa langsung melanjutkan perjalanan ke kawasan wisata bahari di Kaltim.

Pariwisata Butuh Akses yang Nyata

Menurut Rudy, pembukaan rute udara Berau–Maratua menjadi langkah awal penting untuk menggerakkan potensi ekonomi kawasan kepulauan tersebut.

Ia menegaskan, pengembangan pariwisata tidak bisa dilepaskan dari akses transportasi yang memadai. Tanpa konektivitas, potensi wisata sulit berkembang secara optimal.

“Pariwisata tanpa konektivitas hanya akan menjadi potensi yang tertinggal,” katanya.

Sebagai informasi, Maratua dikenal memiliki kekayaan wisata bahari seperti terumbu karang, laguna, hingga spot penyelaman kelas dunia yang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara.

Wings Air Dinilai Buka Sejarah Baru

Sementara itu, Kepala Otoritas Bandara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, menyebut penerbangan perdana Wings Air rute Berau–Maratua sebagai momen bersejarah bagi masyarakat Berau dan Kalimantan Timur.

Ia menilai rute ini membuka akses yang lebih luas bagi wisatawan domestik maupun internasional untuk menjangkau Maratua dengan waktu tempuh yang lebih efisien.

“Maratua adalah destinasi berstandar internasional dengan keunikan yang tidak banyak ditemukan di daerah lain di Indonesia,” ujar Ferdinan.

Perlu Paket Wisata Terpadu

Ferdinan juga mendorong pemerintah daerah bersama pelaku industri pariwisata untuk menyusun paket wisata terpadu. Menurutnya, kolaborasi dengan PHRI, biro perjalanan, dan pelaku usaha wisata menjadi kunci untuk meningkatkan jumlah kunjungan.

Dengan dukungan konektivitas udara dan promosi yang terintegrasi, Maratua diharapkan mampu menjadi salah satu ikon pariwisata unggulan Kalimantan Timur di tingkat global.