GSNews.id – Perubahan cuaca menjadi salah satu tantangan bagi pengelolaan wisata gua di Desa Sanggulan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Saat musim kemarau, aktivitas susur gua cenderung berkurang dan turut memengaruhi pendapatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Benua Raya.
Ketua Pokdarwis Benua Raya, Sopian, memperkirakan pendapatan kelompok sepanjang 2026 berada di kisaran Rp1 juta hingga Rp2 juta. Namun, angka tersebut belum menjadi hasil akhir karena rekapitulasi tahunan masih belum selesai.
“Untuk tahun ini, jumlah pendapatannya belum kami rekap secara pasti. Namun, perkiraan sementara sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta,” ujar Sopian, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, penerimaan kelompok sangat bergantung pada jumlah kunjungan dan kegiatan wisata yang bisa dijalankan. Ketika musim kemarau tiba, kunjungan wisatawan dan aktivitas susur gua cenderung menurun.
“Pendapatan cukup dipengaruhi kondisi cuaca. Ketika memasuki musim kemarau, jumlah kunjungan dan kegiatan susur gua mulai menurun,” jelasnya.
Selama ini, paket susur gua menjadi salah satu sumber pemasukan Pokdarwis. Dana yang terkumpul dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan operasional serta menambah perlengkapan penunjang kegiatan wisata.
“Pendapatan yang cukup membantu berasal dari paket susur gua. Uang yang diperoleh dapat digunakan untuk menambah kas kelompok dan membeli perlengkapan wisata,” ungkap Sopian.
Meski jumlah penerimaan masih terbatas, pemasukan tersebut membantu kelompok menjaga kegiatan pengelolaan destinasi. Penggunaannya pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan kemampuan keuangan yang tersedia.
Kondisi alam juga menjadi pertimbangan dalam menjalankan wisata gua. Sebelum kegiatan susur dilakukan, pengelola perlu memperhatikan keadaan gua, termasuk perubahan debit air, agar aktivitas dapat berlangsung dengan aman.
Pokdarwis Benua Raya terus berupaya menjaga keberlangsungan wisata gua di Desa Sanggulan. Pendapatan dari kunjungan diharapkan dapat menopang operasional sekaligus mendukung penambahan perlengkapan dan pengembangan destinasi secara bertahap. (adv/disparkukar)




