Akses ke Danau Uwis Kukar Diusulkan Ditingkatkan, Pangkas Jalur Memutar

Akses jalan menuju kawasan wisata Danau Uwis

GSNews.id – Kemudahan akses menjadi salah satu kebutuhan dalam pengembangan wisata Danau Uwis di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Untuk mendukung hal tersebut, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Puluhan Nusa mengusulkan peningkatan jalan dari kawasan SP 2 menuju Tempuran Darat yang mengarah langsung ke danau.

Ketua Pokdarwis Puluhan Nusa, Medri, mengatakan jalur tersebut masih berupa jalan setapak. Jika dibangun atau ditingkatkan, akses itu berpotensi mempersingkat perjalanan warga dari Kota Bangun Darat, termasuk kawasan SP 2, SP 3, dan desa-desa sekitarnya.

“Saya pernah mengusulkan agar jalan dari SP 2 menuju Tempuran Darat bisa dibangun atau ditingkatkan. Kalau akses itu terbuka, masyarakat dari wilayah sekitar bisa langsung menuju danau tanpa harus memutar melalui Kota Bangun menuju Muara Uwis,” ujar Medri, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, akses yang lebih baik dapat membuka peluang kunjungan dari wilayah sekitar sekaligus mendukung pengembangan Danau Uwis sebagai destinasi wisata. Namun, pembenahan infrastruktur perlu diiringi dengan penambahan aktivitas agar pengunjung memiliki lebih banyak pilihan saat berada di kawasan tersebut.

Salah satu kendala yang dihadapi pengelola ialah kondisi air danau yang kerap surut. Situasi ini membuat kegiatan susur danau menggunakan perahu tidak selalu bisa dilakukan, sehingga diperlukan alternatif wisata yang dapat dikembangkan.

Medri melihat kebun jagung dan peternakan kerbau milik warga berpotensi menjadi bagian dari wisata edukasi. Pengunjung dapat mengenal aktivitas pertanian dan peternakan masyarakat setempat, meski pelaksanaannya masih bergantung pada musim dan belum dikemas sebagai paket wisata rutin.

Ia berharap potensi tersebut dapat dikembangkan melalui perencanaan bersama masyarakat dan pihak terkait. Dengan begitu, daya tarik Danau Uwis tidak hanya bertumpu pada wisata air, tetapi juga menawarkan pengalaman lain bagi pengunjung.

Medri menambahkan, pembangunan jalan dan fasilitas pendukung membutuhkan koordinasi dengan pemerintah desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pihak terkait lainnya. Sementara itu, Pokdarwis dapat berperan dalam mendukung operasional dan pelayanan wisata.

Ia berharap usulan peningkatan jalan dari SP 2 menuju Tempuran Darat dapat dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan berikutnya. Akses yang lebih mudah diharapkan mendukung pertumbuhan kunjungan sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat sekitar. (adv/disparkukar)