KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata mencapai sekitar Rp1,1 miliar hingga Oktober 2026.
Capaian tersebut menjadi modal bagi Dispar Kukar untuk mendorong peningkatan pendapatan dari pengelolaan objek wisata daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan penerimaan dari retribusi wisata berkaitan erat dengan jumlah kunjungan. Karena itu, peningkatan daya tarik destinasi menjadi salah satu faktor penting untuk mengoptimalkan pendapatan daerah.
“Retribusi dan parkir ini berbanding lurus dengan jumlah kunjungan. Kalau pengunjung meningkat dan kendaraan yang datang semakin banyak, potensi pendapatannya juga meningkat,” ujarnya.
Agus menjelaskan, retribusi masuk dan parkir dari objek wisata yang dikelola pemerintah daerah menjadi bagian dari penerimaan PAD. Sementara itu, destinasi yang dikelola secara mandiri oleh kelompok masyarakat maupun pihak swasta memiliki mekanisme pengelolaan pendapatan tersendiri.
Berdasarkan keterangan Agus, target PAD sektor pariwisata pada 2025 ditetapkan sebesar Rp1,1 miliar. Adapun hingga Oktober, penerimaan yang dilaporkan telah mencapai angka serupa.
Capaian tersebut menjadi pertimbangan Dispar Kukar untuk mengusulkan peningkatan target PAD pada periode berikutnya. Namun, upaya tersebut perlu diikuti dengan pengembangan destinasi dan peningkatan kualitas pelayanan agar kunjungan wisatawan terus bertumbuh.
Menurut Agus, optimalisasi pendapatan tidak hanya bergantung pada pengelolaan retribusi, tetapi juga pada kemampuan destinasi menarik minat pengunjung. Semakin tinggi kunjungan, semakin besar pula peluang peningkatan penerimaan daerah.
Selain berkontribusi terhadap PAD, aktivitas pariwisata juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar destinasi, terutama melalui usaha kuliner, perdagangan, dan layanan pendukung wisata.
Dispar Kukar berharap pengembangan objek wisata dapat berjalan seiring dengan peningkatan kunjungan dan optimalisasi penerimaan retribusi.
Dengan demikian, sektor pariwisata tidak hanya menjadi daya tarik daerah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan dan perekonomian masyarakat Kukar. (adv/disparkukar)



