GSNews.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pemerataan kegiatan pariwisata agar manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah, termasuk kawasan hulu. Salah satu agenda yang mendapat perhatian ialah Koba Fest 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan festival tersebut diharapkan membuka peluang usaha bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan.
Menurutnya, aktivitas pengunjung selama festival berpotensi meningkatkan penjualan produk lokal dan kebutuhan jasa pendukung. Dampak ekonomi juga diharapkan menjangkau kecamatan lain di sekitar Kota Bangun.
“Kita harapkan perputaran ekonomi juga di wilayah sekitar Kecamatan Kota Bangun ikut menggeliat, termasuk daerah-daerah di wilayah hulu Kukar,” ujar Awang, Rabu (21/10/2026).
Wilayah yang diharapkan ikut merasakan manfaat tersebut antara lain Muara Wis, Kenohan, Kembang Janggut, dan Tabang.
Selain mendorong kegiatan di wilayah hulu, Dispar Kukar mempertimbangkan pembagian zona pengembangan untuk memperluas jangkauan program pariwisata dan ekonomi kreatif. Langkah ini dinilai penting mengingat Kukar memiliki 20 kecamatan dengan karakteristik serta potensi yang berbeda.
Awang menjelaskan, apabila dukungan program belum dapat menjangkau seluruh kecamatan, pengembangan kegiatan akan diupayakan melalui pembagian zona, termasuk kawasan pesisir dan wilayah tengah, dengan mempertimbangkan potensi masing-masing daerah.
Meski demikian, jadwal pelaksanaan dan pihak penyelenggara Koba Fest 2026 belum dipastikan. Dispar Kukar masih menunggu informasi lebih lanjut dari bidang ekonomi kreatif. (adv/disparkukar)




