GSNews.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan program Ekraf Goes to School untuk menjaring talenta muda di berbagai bidang ekonomi kreatif, termasuk seni komedi tunggal atau stand up comedy.
Program yang direncanakan mulai dikembangkan pada 2027 ini menjadi salah satu upaya Dispar Kukar memperluas regenerasi pelaku ekonomi kreatif sejak usia sekolah.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan program tersebut akan melibatkan sejumlah subsektor, seperti film, fotografi, tari, musik, hingga komedi.
Melalui kegiatan di sekolah, para pelaku ekonomi kreatif diharapkan dapat mengenalkan bidangnya sekaligus menemukan pelajar yang memiliki minat dan bakat untuk dikembangkan.
“Kami mencoba skema Ekraf Goes to School untuk mencari bibit-bibit di sekolah. Nanti beberapa subsektor akan turun bersama-sama untuk mencari talenta baru,” kata Zikri, Rabu (7/10/2026).
Salah satu bidang yang berpeluang dikembangkan melalui program tersebut adalah stand up comedy. Dispar Kukar menilai seni komedi tunggal membutuhkan kreativitas, kemampuan mengolah gagasan, serta kepekaan dalam melihat fenomena di sekitar.
Potensi ini turut terlihat dari aktivitas Komunitas Stand Up Comedy Tenggarong yang kembali rutin menggelar pertunjukan setelah sempat vakum.
Komunitas tersebut mengadakan open mic di Haha Cafe, Tenggarong, Rabu (7/10/2026) malam. Kegiatan ini menjadi ruang bagi komika untuk menguji materi sekaligus melatih kemampuan tampil di hadapan penonton.
Ketua Komunitas Stand Up Comedy Tenggarong, Muhammad Zakaria Alfarizi, mengatakan komunitasnya saat ini memiliki sekitar 14 anggota terdaftar. Sejumlah anggota baru yang bergabung sekitar tiga bulan lalu bahkan sudah mampu menyiapkan materi komedi berdurasi lima menit.
Menurutnya, open mic juga terbuka bagi masyarakat yang ingin mencoba stand up comedy maupun belajar berbicara di depan umum.
“Kami terbuka untuk umum. Kalau ada yang ingin belajar public speaking atau menyampaikan keresahan melalui komedi, bisa mencoba open mic,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung setiap Rabu malam mulai pukul 20.00 Wita. Komunitas berharap semakin banyak masyarakat yang datang menyaksikan pertunjukan dan tertarik mencoba seni komedi tunggal.
Zikri mengatakan, Dispar Kukar telah memantau perkembangan komunitas tersebut dan mengapresiasi upaya mereka untuk terus berkarya secara mandiri tanpa pembiayaan APBD.
Ke depan, Dispar Kukar berupaya mendorong penguatan kapasitas komunitas agar mampu menghasilkan materi yang lebih matang dan menarik minat penonton. (adv/dispar)



