GSNews.id – Keberadaan pepohonan mahoni menjadi daya tarik utama Bukit Mahoni di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mentari berupaya mempertahankan karakter alami tersebut di tengah pengembangan fasilitas wisata.
Ketua Pokdarwis Mentari, Lucky Anisa, mengatakan pepohonan mahoni tidak hanya memberikan suasana teduh bagi pengunjung, tetapi juga menjadi identitas yang membedakan destinasi tersebut dari tempat wisata lainnya.
“Nama Bukit Mahoni itu sendiri tidak lepas dari keberadaan pohon mahoni yang ada di kawasan ini. Jadi bagi kami, keberadaan pohonnya harus tetap menjadi bagian utama yang dipertahankan,” ujar Lucky, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, kawasan yang rindang memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam. Pengunjung dapat bersantai, berjalan-jalan, atau menghabiskan waktu di tengah lingkungan yang masih hijau.
Karena itu, pengembangan fasilitas dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi kawasan. Pokdarwis Mentari berupaya memastikan penambahan sarana tidak mengurangi keberadaan pepohonan yang menjadi ciri khas Bukit Mahoni.
“Kami tetap melihat kebutuhan fasilitas, tetapi penempatannya harus disesuaikan supaya tidak mengganggu pohon-pohon yang sudah ada. Jangan sampai fasilitasnya bertambah, tetapi kawasan hijaunya justru berkurang,” katanya.
Lucky menilai, keunikan wisata alam tidak selalu bergantung pada banyaknya bangunan atau wahana buatan. Kondisi lingkungan yang terjaga justru dapat menjadi alasan bagi wisatawan untuk berkunjung dan kembali menikmati destinasi tersebut.
“Banyak pengunjung yang datang justru ingin mencari suasana yang tenang dan teduh. Mereka bisa duduk, berjalan-jalan, atau sekadar menikmati lingkungan tanpa harus selalu mencari wahana,” jelasnya.
Selain menjaga pepohonan, pengelola juga mengingatkan pengunjung untuk menjaga kebersihan dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak lingkungan.
“Kami selalu mengingatkan pengunjung supaya tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan sesuatu yang bisa merusak pohon. Kalau semua ikut menjaga, kawasan ini akan lebih mudah dipertahankan,” tuturnya.
Lucky menegaskan, pengembangan Bukit Mahoni tetap diarahkan pada peningkatan kenyamanan pengunjung tanpa menghilangkan karakter alam yang telah menjadi daya tarik sejak awal.
Pihaknya berharap Bukit Mahoni dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata alam yang menawarkan suasana teduh sekaligus menjaga identitas kawasan bagi generasi mendatang. (adv/disparkukar)




