GSNews.id – Pantai Ambalat di Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), semakin ramai dikunjungi wisatawan pada momentum libur panjang, hari besar keagamaan hingga akhir tahun.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Karya Ambalat Samboja, Saharuddin, mengatakan tingginya kunjungan wisatawan menunjukkan Pantai Ambalat semakin diminati masyarakat sebagai pilihan berwisata, khususnya saat akhir pekan dan musim liburan.
Tingginya kunjungan wisatawan terlihat dari jumlah kendaraan yang masuk ke kawasan Pantai Ambalat. Pada periode kunjungan ramai, kendaraan yang datang dapat mencapai sekitar 800 unit dalam sehari.
“Sekarang kunjungan wisatawan semakin ramai, terutama saat akhir pekan dan hari libur, pada moment hari libur atau ahir pelan diperkirakan bisa mencapai 2.000 hingga 3.000 orang dalam sehari” ujar Saharuddin, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, lonjakan kunjungan paling terasa ketika memasuki masa liburan. Dalam kondisi tersebut, jumlah wisatawan yang datang dapat mencapai ribuan orang dalam satu hari.
“Kalau sedang ramai, kendaraan bisa sekitar 800 unit. Untuk jumlah pengunjung, bisa mencapai dua sampai tiga ribu orang dalam sehari,” jelasnya.
Tingginya minat wisatawan juga didukung dengan fasilitas yang terus berkembang. Pengelola menyediakan gazebo, mushola, jembatan laut hingga wahana ATV untuk menunjang aktivitas pengunjung selama berada di kawasan pantai.
Selain fasilitas rekreasi, Pantai Ambalat kini memiliki sejumlah pilihan akomodasi bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu lebih lama. Beberapa di antaranya Vila Mentari, 119, Liko Resort, Beach Camp, Ampora Resort dan Udai Umami.
Saharuddin menyebut masuknya jaringan listrik PLN pada 2018 menjadi salah satu faktor yang mendorong perkembangan kawasan wisata. Ketersediaan listrik membuka peluang tumbuhnya vila, resort hingga kafe yang semakin mendukung kebutuhan wisatawan.
“Setelah listrik masuk, pengembangan fasilitas wisata menjadi lebih mudah. Sekarang sudah ada beberapa vila, resort dan kafe yang bisa mendukung kebutuhan wisatawan,” katanya.
Ramainya wisatawan yang datang juga dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk memperkenalkan produk lokal. Salah satunya melalui pemberian minuman saraba dan jahe hangat kepada pengunjung yang menggunakan kendaraan roda empat.
Produk tersebut merupakan olahan ibu-ibu PKK Kelurahan Amborawang Laut yang turut menjadi bagian dari pengalaman wisata di Pantai Ambalat.
“Produk lokal juga kami dorong menjadi bagian dari wisata. Saraba dan jahe hangat ini salah satunya, sehingga wisatawan bisa menikmati produk khas masyarakat sekitar,” ujar Saharuddin.
Peningkatan kunjungan wisatawan turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Warung makan, penjualan produk olahan dan homestay berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pengunjung selama berada di kawasan Pantai Ambalat.
Pengembangan destinasi tersebut juga mendapat dukungan Dinas Pariwisata Kukar melalui bantuan tenda glamping, saranafil serta pelatihan pengelolaan destinasi bagi masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat daya tarik Pantai Ambalat dalam menarik wisatawan.
Di tengah meningkatnya jumlah kunjungan, pengelola masih mendorong perbaikan sejumlah kebutuhan dasar destinasi, terutama akses jalan dan pengelolaan sampah.
Hal itu dinilai penting agar peningkatan jumlah wisatawan tetap diimbangi dengan kenyamanan dan kebersihan kawasan.
“Untuk pengembangan ke depan, kami berharap akses jalan menuju pantai bisa diperbaiki dan ada dukungan mobil sampah. Infrastruktur dan kebersihan sangat penting untuk menjaga kenyamanan wisatawan,” tutup Saharuddin. (Adv/Dispar Kukar)




