GSNews.id – Keterbatasan anggaran tidak menghentikan upaya pengembangan event pariwisata dan budaya di Kutai Kartanegara (Kukar). Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar mendorong keterlibatan perusahaan agar kegiatan di berbagai wilayah tetap dapat berjalan dan berkembang.
Kolaborasi tersebut dikemas melalui konsep One Company, One Festival, yang membuka ruang bagi perusahaan untuk ikut mendukung kegiatan seni, adat, budaya, dan pariwisata di wilayah operasionalnya.
Plt Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Darmawan, mengatakan keterlibatan dunia usaha menjadi bagian dari upaya pemerintah mencari pola baru dalam penyelenggaraan kegiatan di tengah kondisi fiskal daerah.
“Itu merupakan bentuk kolaborasi dari pimpinan kita untuk menyiasati kondisi keuangan saat ini. Kita diberikan tantangan untuk lebih berkreasi dalam melaksanakan kegiatan dengan berkolaborasi bersama pihak-pihak perusahaan,” ujar Agus di Tenggarong, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, perusahaan yang beroperasi di Kukar diharapkan turut memiliki perhatian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. Dukungan terhadap kegiatan budaya menjadi salah satu bentuk kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat.
“Harapannya, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kutai Kartanegara memiliki kepedulian terhadap adat, budaya, maupun seni yang ada di Kutai Kartanegara,” katanya.
Selain menggandeng perusahaan, Dispar Kukar juga memperkuat penyelenggaraan event di tingkat kecamatan. Salah satu pendekatan yang dikembangkan ialah One District One Festival.
Melalui konsep tersebut, setiap kecamatan didorong memiliki kegiatan yang mengangkat karakter, potensi budaya, maupun daya tarik wisata masing-masing.
Agus menyebut pemerintah daerah tetap memberikan dukungan terhadap event yang digelar di kecamatan, termasuk melalui bantuan pendanaan dari Dispar Kukar.
“Setiap event kecamatan kita berikan sentuhan, termasuk dukungan pendanaan dari Dinas Pariwisata,” jelasnya.
Sejumlah kegiatan telah berlangsung, salah satunya Festival Cerau di Menamang. Sementara event lain masih masuk dalam agenda berikutnya, termasuk Festival Ogoh-Ogoh di Desa Kertanegara.
Dispar Kukar berharap pola kolaborasi tersebut dapat memperluas dukungan terhadap penyelenggaraan event sekaligus memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan seni, adat, dan tradisi yang menjadi identitas masing-masing wilayah.
Dengan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, berbagai kegiatan budaya di Kukar diharapkan dapat terus berjalan sekaligus memberikan dampak bagi pengembangan pariwisata daerah. (adv/disparkukar)



