GSNews.id – Dampak ekonomi Pesta Laut Samboja 2026 menjadi perhatian Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar). Saat ini, Dispar tengah mengumpulkan data untuk mengukur perputaran uang, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta aktivitas ekonomi kreatif selama acara berlangsung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Darmawan, menilai pelaksanaan kegiatan tersebut berlangsung meriah selama tiga hari. Meski demikian, manfaat ekonomi yang dihasilkan masih perlu dihitung karena proses evaluasi baru berjalan setelah acara berakhir.
“Meriah, mantap,” ujar Awang saat menanggapi pelaksanaan Pesta Laut Samboja, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, pengumpulan data dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan tersebut mendorong pergerakan ekonomi masyarakat. Indikator yang dihitung mencakup transaksi selama acara, jumlah UMKM yang terlibat, hingga aktivitas pelaku ekonomi kreatif.
Dispar Kukar juga masih mendata paket kunjungan wisata yang berkaitan dengan penyelenggaraan acara. Karena proses pendataan belum rampung, angka kunjungan wisatawan belum dapat dipastikan.
Hasil evaluasi nantinya diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam merancang kegiatan serupa agar manfaatnya bagi masyarakat dapat ditingkatkan, terutama bagi pelaku usaha lokal.
Selain menjadi ruang aktivitas ekonomi, Pesta Laut Samboja turut mengangkat tradisi melarung yang lekat dengan kehidupan masyarakat pesisir. Tradisi ini dipahami sebagai ungkapan rasa syukur nelayan atas hasil laut yang diperoleh.
Awang menjelaskan, melarung dilakukan dengan menghanyutkan sesajen ke laut sebagai bagian dari tradisi masyarakat setempat.
Evaluasi tersebut diharapkan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kontribusi Pesta Laut Samboja terhadap pariwisata dan perekonomian lokal, sekaligus menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan pada masa mendatang tanpa mengesampingkan nilai budaya masyarakat. (adv/disparkukar)



