GSNews.id – Sejumlah agenda pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) harus disesuaikan dengan kondisi anggaran. Meski ruang pelaksanaan kegiatan semakin terbatas, Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar tetap berupaya menjalankan program yang mendukung pelaku usaha dan komunitas kreatif.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan program yang disiapkan tidak hanya berupa penyelenggaraan acara, tetapi juga mencakup fasilitasi dan dukungan bagi pelaku ekonomi kreatif.
Salah satunya melalui Program Stimulus Ekonomi Kreatif, yang mencakup pemanfaatan gedung ekonomi kreatif secara gratis serta bantuan sesuai ketentuan program. Dispar Kukar juga merancang kegiatan kreatif di tingkat kecamatan hingga berskala nasional untuk membuka ruang berkarya dan promosi.
“Di dalamnya ada fasilitas gedung ekonomi kreatif secara gratis serta bantuan sebesar Rp100 juta per pelaku ekonomi kreatif. Selain itu, ada juga event kreatif kecamatan dan event kreatif berskala nasional,” kata Zikri, Sabtu (26/9/2026).
Namun, tekanan anggaran akibat defisit dan kebijakan efisiensi berdampak pada jumlah kegiatan yang dapat direalisasikan. Sejumlah agenda yang telah direncanakan belum bisa berjalan sesuai target awal.
“Namun, setelah adanya defisit dan efisiensi, memang kegiatan yang berjalan agak berkurang,” ujarnya.
Beberapa agenda, seperti Festival Pesisir dan Kota Bangun Festival, masih dalam tahap penyusunan konsep dan pengembangan. Sementara itu, kegiatan seperti Reggae Fest dan Festival Menamang telah terlaksana. Festival Merah Putih Sanga-Sanga yang digelar pada awal tahun juga menjadi bagian dari agenda kegiatan daerah.
Zikri menjelaskan, penyesuaian dilakukan karena program ekonomi kreatif memiliki kebutuhan yang berbeda. Sebagian berorientasi pada penyelenggaraan acara, sedangkan lainnya memberikan dukungan langsung kepada pelaku usaha.
“Jadi, memang ada beberapa program yang fokus pada event dan ada beberapa yang fokus pada bantuan,” jelasnya.
Dispar Kukar tetap berupaya memanfaatkan anggaran yang tersedia agar program prioritas dapat berjalan. Langkah ini diharapkan menjaga ruang bagi komunitas untuk berkegiatan sekaligus mendukung pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan usahanya.
“Hanya saja, dengan adanya efisiensi yang terjadi saat ini, memang hanya beberapa event yang dapat berjalan,” tutup Zikri. (adv/disparkukar



