GSNews.id — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menggandeng TVRI Kalimantan Timur untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan bagi masyarakat Nusantara. Kolaborasi ini berlanjut melalui penyelenggaraan Nusantara Bertabligh Jilid II, yang digelar di Multifunction Hall Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Minggu (23/11/2025).
Sentuhan Qolbu di Era Modern
Acara yang mengusung tema “Sentuhan Qolbu: Membangun Iman di Era Modern” ini dihadiri langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, serta disambut antusias ribuan jamaah dari berbagai wilayah.
Penceramah nasional Ustaz Das’ad Latif menjadi pembicara utama. Ia menekankan bahwa memperkuat keimanan di tengah perkembangan zaman dapat dilakukan dengan cara-cara yang relevan, salah satunya melalui pemanfaatan media sosial.
“Mendengar ceramah bisa memperkuat rekaman pada otak. Nge-charge iman itu bisa melalui dakwah, tidak harus konvensional. Bahkan bisa dimulai dari lagu-lagu religi yang kita dengar,” tutur Ustaz Das’ad.
Ajak Jamaah Bijak dalam Bermedia
Dalam ceramahnya, Ustaz Das’ad juga menyinggung pentingnya menjaga pergaulan dan lingkungan informasi agar tidak terpapar hal yang membawa mudarat.
“Bergaullah dengan orang-orang saleh. Jika ada teman atau grup WhatsApp yang menyebarkan kebohongan atau hoaks, tinggalkan. Termasuk pemberitaan bohong tentang IKN atau pemerintahan, tinggalkan,” tegasnya.
Ia menilai bahwa kebiasaan mengonsumsi informasi positif dan lingkungan sosial yang sehat dapat menjadi faktor penting dalam mempertahankan kualitas iman seseorang.
Wujud Komitmen IKN Membangun Masyarakat Berkarakter
Penyelenggaraan Nusantara Bertabligh Jilid II menjadi bentuk konsistensi Otorita IKN dalam menciptakan masyarakat Nusantara yang religius, berkarakter kuat, dan cerdas dalam memanfaatkan ruang digital. Program keagamaan ini juga dipandang sebagai salah satu fondasi penting menuju terbentuknya ekosistem sosial yang harmonis di Ibu Kota masa depan.
Otorita IKN menegaskan bahwa pembinaan mental-spiritual akan terus menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia di wilayah inti Nusantara.




