GSNews.id – Menjelang laga panas Borneo FC vs Madura United, Jumat malam (21/11/2025), tensi pertandingan meningkat setelah insiden penghadangan bus Madura United oleh oknum suporter di Samarinda. Peristiwa ini cepat menyebar di media sosial dan memunculkan spekulasi mengenai pelakunya.
Isu Pusamania Terlibat Dibantah Keras
Di media sosial, beredar isu bahwa Pusamania, kelompok suporter terbesar Borneo FC menjadi dalang aksi penghadangan tersebut. Namun, Ketua Umum Pusamania, Lasihadu, menegaskan isu itu tidak benar dan sangat menyesatkan.
“Itu tuduhan yang keliru. Pusamania tidak terlibat. Kami sudah koordinasi dengan seluruh anggota dan juga dengan suporter Madura United,” tegas Lasihadu.
Pelaku Masuk Salah Satu dari 3 Kelompok Suporter
Menurut informasi yang dihimpun manajemen klub, pelaku penghadangan tersebut memang berasal dari salah satu kelompok suporter Borneo FC. Seperti diketahui, Borneo FC memiliki tiga kelompok besar, yaitu Pusamania, MSA, dan CSS.
Namun identitas kelompok pelaku tidak diumumkan secara langsung ke publik.
Sanksi Tegas dan Permintaan Maaf
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, menyebut insiden ini sebagai tindakan yang memalukan dan merusak citra sepak bola Samarinda. Ia menegaskan bahwa sebagai bentuk disiplin, kelompok suporter yang terlibat tidak akan diizinkan menonton laga malam ini di Stadion Segiri.
“Ini memalukan. Ada sanksi tegas,” tegas Dandri.
Dandri juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Madura United atas kejadian yang tidak diinginkan tersebut, sembari memastikan bahwa langkah penertiban telah dilakukan agar insiden serupa tidak terulang.
Apakah Dia Pelakunya?
Manajemen Borneo FC tidak membeberkan secara terbuka kelompok suporter mana yang terlibat dalam insiden tersebut. Namun, pihak klub menegaskan bahwa kelompok yang kedapatan melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi tidak dapat memasuki Stadion Segiri pada laga malam nanti.
Dengan demikian, absennya salah satu dari tiga kelompok suporter Borneo FC pada pertandingan tersebut diyakini dapat menjadi indikator bahwa kelompok tersebut tengah menjalani sanksi disiplin dari klub.
Suporter Diminta Jaga Kota Samarinda
Ketua Umum Pusamania, Lasihadu, juga mengajak seluruh suporter untuk menjaga nama baik kota.
“Mari kita jaga Samarinda sebagai surga bagi seluruh suporter Indonesia,” pesannya.
Pihak keamanan memastikan situasi kini terkendali. Laga besar malam ini tetap akan berlangsung sesuai jadwal, dengan pengamanan yang ditingkatkan.




