GSNews.id – Bukit Mahoni di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengembangkan konsep wisata malam melalui Mahoni Menyala.
Inovasi yang mulai diperkenalkan pada Januari 2025 ini menghadirkan suasana berbeda dengan memanfaatkan pencahayaan di antara pepohonan mahoni yang menjadi identitas destinasi tersebut.
Dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mentari, Bukit Mahoni sebelumnya hanya beroperasi pada pagi hingga sore hari sejak resmi dibuka pada 9 Maret 2023. Setelah berjalan selama dua tahun, pengelola mulai memperluas waktu kunjungan agar wisatawan memiliki pilihan pengalaman baru saat malam.
Ketua Pokdarwis Mentari, Lucky Anisa, mengatakan pengembangan Mahoni Menyala dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertahankan karakter alami kawasan.
“Dari 2023 sampai 2024 kami hanya buka pagi sampai sore. Mulai Januari 2025 kami coba buka sampai malam,” ujar Lucky, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, pengembangan wisata malam berangkat dari upaya menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Jika pada siang hari wisatawan dapat menikmati pepohonan dan kondisi alam secara langsung, pada malam hari pencahayaan menjadi unsur utama yang membentuk suasana kawasan.
“Karena namanya Mahoni Menyala, yang kami angkat memang suasana pohon mahoninya ketika malam. Jadi pencahayaan menjadi bagian penting dari konsep yang kami buat,” jelasnya.
Melalui konsep tersebut, pepohonan mahoni yang menjadi daya tarik utama Bukit Mahoni mendapatkan tampilan berbeda ketika malam tiba. Perubahan suasana ini sekaligus memperluas pilihan aktivitas wisata tanpa menghilangkan daya tarik alam yang telah lebih dahulu dikenal pengunjung.
Lucky menegaskan, Mahoni Menyala bukan pengganti konsep wisata siang hari, melainkan tambahan untuk memperkaya pengalaman berkunjung ke Bukit Mahoni.
“Jadi kami tidak menghilangkan konsep yang sudah ada sebelumnya. Mahoni Menyala ini justru kami jadikan tambahan supaya Bukit Mahoni punya pilihan pengalaman lain bagi pengunjung,” katanya.
Ia menyebut pengembangan konsep wisata malam tersebut masih terbuka untuk disesuaikan dengan kebutuhan kawasan. Pengelola ingin memastikan identitas mahoni tetap menjadi unsur utama dalam setiap pengembangan yang dilakukan. (adv/disparkukar)




