Dispar Kukar Bidik Film Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif pada 2027

Zikri Umulda, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar

GSNews.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan subsektor film sebagai penggerak pengembangan ekonomi kreatif pada 2027.

Strategi ini diharapkan dapat membantu mempromosikan produk lokal sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha kreatif.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan film memiliki potensi besar untuk memperkenalkan berbagai produk dan potensi daerah melalui kekuatan visual dan cerita.

“Subsektor film kami pilih sebagai lokomotif untuk menarik subsektor lainnya agar berkembang bersama. Film memiliki kekuatan visual dan cerita sehingga bisa menjadi media untuk memperkenalkan merek serta produk lokal Kukar secara lebih luas,” ujar Zikri, Sabtu (10/10/2026).

Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif tidak cukup hanya menghasilkan karya, tetapi juga perlu memberikan dampak terhadap perekonomian daerah, mulai dari peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), investasi, hingga penyerapan tenaga kerja.

Di Kukar, subsektor unggulan ekonomi kreatif meliputi kriya, seni pertunjukan, dan kuliner. Sementara itu, film, musik, dan fotografi menjadi bidang potensial yang akan terus dikembangkan.

Untuk mendukung strategi tersebut, Dispar Kukar menyiapkan sejumlah program pada 2027. Di antaranya dukungan program dedikasi sebesar Rp100 juta per komunitas, fasilitasi pembuatan akta secara gratis, produksi video promosi gratis, serta pembayaran honorarium bagi pelaku ekonomi kreatif yang terlibat dalam kegiatan pertunjukan sesuai program bidang terkait.

Zikri berharap dukungan tersebut dapat membantu komunitas meningkatkan kapasitas, menghasilkan karya berkualitas, dan memperluas peluang ekonomi.

Selain melalui promosi film, Dispar Kukar juga menjajaki kolaborasi dengan dunia usaha untuk memperluas distribusi produk lokal. Salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan PT Gania Bogatama terkait peluang pengiriman produk dalam kemasan ke pasar Afrika.

Di subsektor musik, Dispar Kukar berencana memperluas jejaring dengan musisi dan pelaku industri musik, termasuk Ica dari Jikustik. Band lokal akan melalui proses kurasi sebelum berpeluang tampil dalam festival berskala nasional maupun internasional.

Program TIFAF juga direncanakan mengalami perubahan arah. Jika sebelumnya berfokus pada kunjungan ke destinasi wisata di luar daerah, ke depan program tersebut diarahkan untuk membuka akses bagi musisi Kukar ke panggung dan festival besar, seperti Pesta Pora dan Prambanan Jazz.

“Penjajakan jaringan dan kolaborasi dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026 sebagai bagian dari persiapan program tahun berikutnya,” jelasnya.

Meski demikian, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan program. Dispar Kukar akan menindaklanjuti peluang kolaborasi pendanaan dengan perusahaan agar berbagai rencana pengembangan tetap dapat berjalan.

Melalui strategi ini, Dispar Kukar berharap film dapat menjadi sarana promosi yang menghubungkan produk lokal dengan pasar yang lebih luas. (adv/disparkukar)