Ngamen Milenial Jadi Wadah UMKM dan Seni Budaya di Desa Buana Jaya Kukar

ilustrasi ngamen milenial.

GSNews.id – Ngamen Milenial menjadi salah satu wadah bagi masyarakat Desa Buana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), untuk memperkenalkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus menampilkan kreativitas seni budaya lokal.

Kegiatan yang terakhir digelar pada 2025 tersebut menggabungkan pertunjukan hiburan dengan bazar produk masyarakat. Melalui konsep itu, warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga berkesempatan tampil dan memasarkan hasil usaha mereka.

Ketua Pokdarwis Buana Jaya Agro Ekowisata, Eko Widodo, mengatakan Ngamen Milenial telah dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut, yakni pada 2023, 2024, dan 2025.

“Konsepnya memang menggabungkan pertunjukan seni dengan bazar UMKM. Jadi, masyarakat yang datang bisa menikmati hiburan, sementara pelaku usaha juga memiliki kesempatan untuk memperkenalkan dan menjual produk mereka,” ujar Eko, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Pertunjukan yang disajikan juga memadukan hiburan modern dan kesenian tradisional.

Hiburan modern di antaranya karaoke warga dengan pembawa acara dari desa maupun wilayah sekitar. Sementara itu, sanggar tari lokal turut dilibatkan untuk menampilkan kesenian tradisional.

“Kami memberikan ruang untuk seni modern maupun tradisional. Ada hiburan dari masyarakat, ada juga penampilan sanggar tari. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa membuat masyarakat lebih bersemangat menampilkan potensi yang mereka miliki,” katanya.

Selain menjadi ruang berekspresi, Ngamen Milenial berpotensi mempertemukan pelaku UMKM dengan konsumen secara langsung. Kehadiran bazar memungkinkan masyarakat memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung dalam suasana yang lebih terbuka dan menghibur.

Namun, kegiatan tersebut belum kembali dilaksanakan pada 2026 karena keterbatasan anggaran desa. Eko mengatakan Ngamen Milenial terakhir digelar pada tahun sebelumnya setelah rutin berlangsung selama tiga tahun.

Sempat ada pembahasan untuk menghidupkan kembali kegiatan tersebut, termasuk rencana pembangunan panggung. Meski demikian, pelaksanaannya masih mempertimbangkan ketersediaan anggaran dan kebutuhan pengembangan desa lainnya.

Saat ini, perhatian pengelola juga diarahkan pada pembenahan kawasan Buana Jaya Agro Ekowisata, terutama area air terjun. Destinasi tersebut belum dibuka secara rutin dan ditargetkan kembali menerima kunjungan pada 2027.

Eko berharap, ke depan, kegiatan seni budaya dan promosi UMKM dapat kembali dikembangkan sebagai bagian dari aktivitas masyarakat maupun pendukung pariwisata desa.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa dilaksanakan kembali apabila anggaran dan persiapannya memungkinkan. Potensi seni budaya dan UMKM di desa masih bisa dikembangkan. Kalau kegiatan ini berjalan lagi, masyarakat bisa memiliki ruang untuk berkarya sekaligus mempromosikan produk mereka,” ungkapnya.

Menurutnya, keberlanjutan kegiatan seperti Ngamen Milenial dapat membantu memperkenalkan identitas Desa Buana Jaya melalui kreativitas warga dan produk lokal. (adv/disparkukar)