Pesta Laut Samboja Kuala 2026 Jadi Momentum Promosi Wisata Ramah Lingkungan

Pembukaan Pesta Laut Samboja, Kukar.

GSNews.id – Kebersihan pantai dan kelestarian ekosistem laut menjadi perhatian dalam pengembangan wisata pesisir Samboja Kuala, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar mendorong keterlibatan masyarakat agar pengembangan destinasi wisata tetap memperhatikan lingkungan dan keberlangsungan kehidupan warga pesisir.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Darmawan, mengatakan potensi wisata pesisir tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga mencakup budaya, kuliner, dan kehidupan masyarakat nelayan.

“Pengembangan wisata pesisir harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Laut merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat, terutama nelayan, sehingga kebersihan pantai dan keberlanjutan ekosistemnya harus menjadi perhatian bersama,” ujar Awang Agus, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, Pesta Laut Pesisir Nusantara 2026 di Samboja Kuala dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan ialah pengelolaan sampah selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“Jangan sampai kegiatan yang bertujuan memperkenalkan potensi wisata justru meninggalkan persoalan sampah. Karena itu, semua pihak perlu memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan membuang sampah pada tempatnya,” katanya.

Awang menambahkan, lingkungan yang terjaga juga berkaitan dengan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir. Karena itu, pemanfaatan laut untuk kegiatan wisata perlu disertai tanggung jawab menjaga ekosistem, termasuk kawasan mangrove.

“Laut bukan hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga sumber penghidupan masyarakat. Kita harus menjaga agar potensi ini tetap bisa dimanfaatkan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang,” tuturnya.

Selain menjaga lingkungan, kualitas pelayanan dan keselamatan pengunjung juga perlu diperhatikan. Penataan fasilitas, penyampaian informasi destinasi, serta keramahan masyarakat dinilai dapat mendukung kenyamanan wisatawan.

Dispar Kukar turut mendorong generasi muda berperan dalam menjaga kebersihan pantai, melestarikan budaya lokal, dan mempromosikan potensi daerah secara bertanggung jawab.

Awang berharap pemerintah, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelaku budaya, UMKM, dan dunia usaha dapat terus berkolaborasi mengembangkan Samboja Kuala. (adv/disparkukar)