Pokdarwis Benua Raya Tutup Sementara Susur Gua Sanggulan Kebagian Dalam

wisata susur gua sanggulan.

GSNews.id – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Benua Raya menutup sementara aktivitas susur gua hingga ke bagian dalam di Desa Sanggulan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Keputusan tersebut diambil karena debit air sedang rendah sehingga kondisi wisata gua tidak seperti yang diharapkan pengunjung.

Ketua Pokdarwis Benua Raya, Sopian, mengatakan penutupan sementara dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Pihaknya ingin memastikan wisatawan memperoleh pengalaman yang sesuai dengan daya tarik gua yang selama ini diperkenalkan.

“Namun, untuk kegiatan susur gua hingga ke bagian dalam, sementara ini kami tutup karena debit air sedang rendah. Kami khawatir pengalaman wisatawan tidak sesuai dengan ekspektasi mereka,” ujar Sopian, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, foto-foto gua yang beredar di media sosial kerap menampilkan pemandangan alam yang menarik. Karena itu, kondisi sebenarnya saat kunjungan menjadi pertimbangan bagi pengelola dalam menentukan kegiatan wisata yang dapat dilakukan.

“Di media sosial, foto-foto gua terlihat memiliki pemandangan yang bagus. Karena itu, kami ingin memastikan wisatawan mendapatkan pengalaman yang sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.

Meski aktivitas susur gua hingga ke bagian dalam ditutup sementara, Pokdarwis tetap menjalankan kegiatan pemeliharaan kawasan dan membantu kunjungan wisatawan sesuai kondisi yang memungkinkan.

Sopian menyebutkan, Pokdarwis Benua Raya memiliki sekitar 15 anggota aktif. Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari gotong royong dan membersihkan kawasan wisata hingga membantu melayani pengunjung.

“Anggota yang aktif sekitar 15 orang. Mereka biasanya terlibat ketika ada kegiatan, seperti gotong royong, membersihkan lokasi wisata, serta membantu dan menangani tamu yang datang,” ungkapnya.

Pokdarwis juga menerima kunjungan sekitar 10 orang dari Kota Bangun yang datang untuk mengeksplorasi dua gua di wilayah Desa Sanggulan.

“Kemarin kami juga menerima tamu dari Kota Bangun sekitar 10 orang untuk melakukan eksplorasi dua gua,” tuturnya.

Pokdarwis berharap kegiatan wisata gua dapat kembali berjalan sesuai kondisi alam dan kesiapan destinasi. (adv/disparkukar)