GSNews.id – Kebun buah dan lahan pertanian di Desa Manunggal Jaya, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai dilirik sebagai daya tarik wisata. Melalui konsep agrowisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Fajar Lestari berupaya menghadirkan pengalaman berwisata sekaligus mengenalkan aktivitas pertanian warga.
Ketua Pokdarwis Fajar Lestari, Riyan Pangestu, mengatakan pengembangan wisata dilakukan dengan menggandeng petani dan pelaku usaha lokal. Sejumlah kegiatan disiapkan, mulai dari memetik buah hingga mengenal proses budidaya tanaman.
Salah satu potensi yang dikembangkan adalah kebun belimbing milik petani setempat. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati hasil panen, tetapi juga belajar mengenai budidaya buah tersebut.
Pokdarwis ini juga menjalin kerja sama dengan petani jamur untuk mengenalkan proses budidaya hingga panen. Sementara itu, kawasan Kampung Sawang memiliki potensi kegiatan pertanian, seperti memetik sayuran dan kacang panjang.
Daya tarik lainnya berada di kawasan Puncak HR, yang memiliki perkebunan alpukat seluas sekitar 30 hektare. Area tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi lokasi wisata petik buah yang memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
“Ke depannya, kami berharap kawasan tersebut bisa dikembangkan menjadi wisata petik buah alpukat,” jelas Riyan, Jumat (18/9/2026).
Pokdarwis Fajar Lestari yang berdiri sejak Desember 2023 saat ini memiliki sekitar 25 anggota yang tercatat dalam surat keputusan kepengurusan. Mayoritas anggotanya merupakan kalangan pemuda yang ikut mendorong pengembangan potensi desa.
Menurut Riyan, pengembangan agrowisata perlu menyesuaikan musim dan ketersediaan hasil panen. Saat produksi melimpah, wisata petik buah dapat menjadi pilihan kegiatan, sedangkan ketika hasil panen berkurang, aktivitas wisata perlu disesuaikan.
Melalui pengembangan ini, Pokdarwis Fajar Lestari berharap potensi pertanian Manunggal Jaya semakin dikenal. Selain menambah pilihan wisata, konsep tersebut juga diharapkan membuka peluang usaha dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani serta masyarakat setempat. (adv/disparkukar)



