GSNews.id – Setelah hampir enam tahun berbagi gedung dan belajar pada siang hari, SMPN 48 Samarinda akhirnya mendapatkan lokasi baru. Pemkot Samarinda menetapkan kawasan Gedung Bulu Tangkis KNPI di Jalan Kemakmuran sebagai titik relokasi, membuka jalan bagi pembangunan sekolah permanen yang lebih layak.
Lokasi Baru Disetujui Wali Kota
Pemindahan SMPN 48 Samarinda ke kawasan KNPI dipastikan setelamelalui pembahasan panjang lintas OPD. Keputusan ini menuntaskan masalah yang sejak lama dialami, berdiri pada 2019 dan harus menumpang di SDN 016 Sungai Pinang.
Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin, mengatakan penentuan lokasi baru merupakan jawaban atas kebutuhan mendesak, mengingat proses belajar selama ini berlangsung pada pukul 13.00–17.00 WITA. Jadwal itu bahkan diperpanjang hingga hari Sabtu untuk memenuhi jam belajar minimal.
Saat ini, SMPN 48 memiliki 401 siswa dalam 12 rombongan belajar, jumlah yang sudah melampaui kapasitas optimal bangunan yang dipakai bersama SDN 016.
KNPI Dipilih karena Aman dan Mudah Diakses
Menurut Asli, sejumlah opsi lahan sempat dikaji, namun banyak yang tidak memenuhi syarat. Salah satunya lahan di Gang Menanti yang dibatalkan karena kondisi cekungan dan risiko banjir cukup tinggi.
Kawasan Gedung Bulu Tangkis KNPI akhirnya dipilih karena lebih aman secara teknis, tidak jauh dari lokasi lama, dan mudah dijangkau siswa dari kawasan Proklamasi dan Gerilya. Selain itu, lahan tersebut merupakan aset Pemkot sehingga tidak memerlukan biaya pembebasan lahan.
“Yang utama itu lokasinya tidak jauh dari sekolah asal. Dan wilayah KNPI memenuhi syarat itu,” ujar Asli dalam keterangannya.
Desain Direview, Pembangunan Menunggu Anggaran
Pemkot saat ini menyiapkan tahap review desain bangunan. Proses pembangunan fisik tidak memungkinkan dimulai tahun ini karena APBD 2025 sudah memasuki masa perubahan.
Pembangunan diproyeksi mulai paling cepat 2026, menunggu hasil perhitungan konsultan perencana. Karena bangunan lama di kawasan KNPI sudah tidak terawat, penataan ulang menjadi Gedung Ruang Kelas Baru (RKB) dinilai lebih efisien.
Asli menegaskan bahwa relokasi ini menjadi momentum memperbaiki kualitas layanan pendidikan di Sungai Pinang. Dengan gedung baru, SMPN 48 ditargetkan dapat kembali menerapkan pembelajaran pagi dan membuka peluang pengembangan program sekolah.
“Insya Allah di sana yang menjadi lokasi permanen, tinggal kita tuntaskan desain dan kebutuhan anggarannya,” tegasnya.



