GSNews.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pelaku usaha pariwisata memberikan layanan dengan harga bersahabat selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Langkah ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi para kafilah dan tamu dari berbagai kabupaten/kota yang akan mengikuti MTQH di Kukar. Dispar juga mengimbau pelaku usaha menjaga stabilitas harga agar kebutuhan pengunjung tidak membebani anggaran selama kegiatan berlangsung.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Akhmad, mengatakan pihaknya akan menyampaikan surat edaran kepada asosiasi yang menaungi sektor perhotelan, kuliner, biro perjalanan, dan pengelola destinasi wisata.
“Kami menyurati seluruh asosiasi terkait dukungan terhadap MTQH, terutama agar pelaku usaha tidak menaikkan harga selama event berlangsung,” ujar Ivan, Kamis (8/10/2026).
Koordinasi dilakukan melalui sejumlah asosiasi, di antaranya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI), Persatuan Perusahaan Jasa Boga Indonesia (PPJI), serta Perkumpulan Pengusaha Pangan dan Kuliner Nusantara (PPKN).
Dispar Kukar juga berkoordinasi dengan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) untuk sektor biro perjalanan serta asosiasi terkait pengelola taman rekreasi.
Selain menjaga harga tetap stabil, Dispar Kukar membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memberikan potongan harga atau paket layanan khusus selama MTQH berlangsung. Penawaran tersebut dapat diterapkan pada layanan penginapan maupun kunjungan ke objek wisata sesuai kebijakan masing-masing usaha.
“Kalau mereka mau memberikan diskon, misalnya untuk menginap selama MTQH, atau kunjungan ke objek wisata diberikan diskon sekian persen, tentu itu akan sangat baik. Tujuannya agar semakin banyak orang datang ke Kukar dan mereka juga mendapatkan keringanan biaya,” jelasnya.
Ivan menegaskan, pemberian diskon bukan kewajiban bagi pelaku usaha. Namun, Dispar Kukar berharap seluruh sektor pariwisata dapat mendukung penyelenggaraan MTQH dengan tidak menaikkan harga secara sepihak selama kegiatan berlangsung.
“Paling tidak, kami mengimbau seluruh pelaku usaha pariwisata agar tidak menaikkan harga. Kalau memberikan diskon, itu kembali kepada masing-masing pelaku usaha. Yang pasti, jangan menaikkan harganya,” tegasnya.
Menurut Ivan, MTQH juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi wisata, kuliner, dan produk ekonomi kreatif Kukar kepada pengunjung dari seluruh Kaltim.
Melalui dukungan pelaku usaha, Dispar Kukar berharap para kafilah dan tamu dapat mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan sekaligus menikmati berbagai potensi daerah. (adv/disparkukar)




