GSNews.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) menyediakan fasilitas gratis bagi masyarakat dan konten kreator yang ingin ikut mempromosikan destinasi wisata di daerah tersebut.
Fasilitas yang disediakan berupa akses wifi dan listrik gratis di kawasan menara jam sekaligus ikon sejarah dan pusat informasi pariwisata (Tourism Information Center) yakni Jam BentongJam, Tenggarong.
Program ini menjadi salah satu strategi Dispar Kukar memperluas promosi pariwisata di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Andi Widyaningsih, mengatakan keterlibatan masyarakat dan konten kreator menjadi alternatif promosi wisata agar tetap berjalan meski anggaran pemerintah daerah terbatas.
Menurutnya, youtuber, influencer, videografer mau pun masyarakat umum dapat memanfaatkan kawasan Jam Bentong sebagai lokasi pembuatan konten wisata.
“Di tengah efisiensi anggaran, kami mencoba mencari cara lain agar promosi pariwisata tetap berjalan. Salah satunya dengan mengajak masyarakat dan para kreator untuk ikut mengenalkan destinasi wisata Kukar,” ujar Wiwi sapaan akrabnya, Senin (10/8/2026).
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Dispar Kukar memberikan akses listrik dan jaringan wifi secara gratis kepada masyarakat yang berkunjung atau pun membuat konten di kawasan Jam Bentong.
Selain itu, kreator juga dapat memanfaatkan museum mini yang berada di kawasan tersebut. Museum itu menyimpan berbagai koleksi budaya Kutai Kartanegara dan karya seni yang dapat menjadi materi pendukung dalam pembuatan konten.
Wiwi mengatakan fasilitas tersebut sengaja diberikan untuk memudahkan masyarakat menghasilkan konten sekaligus memperkenalkan potensi wisata Kukar melalui berbagai platform media sosial.
“Kami menyediakan fasilitas seperti wifi dan listrik secara gratis. Harapannya, masyarakat maupun konten kreator bisa lebih mudah membuat materi promosi dan menyebarluaskannya melalui media sosial,” katanya.
Program tersebut terbuka bagi siapa saja dan tidak hanya ditujukan kepada kreator profesional. Masyarakat umum yang memiliki ketertarikan membuat konten wisata juga dipersilakan memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan.
Sejumlah konten kreator disebut telah menunjukkan minat untuk mengikuti program tersebut. Namun, Andi mengakui jumlahnya masih terbatas lantaran program tersebut belum banyak diketahui masyarakat.
Untuk memanfaatkan fasilitas tersebut, masyarakat cukup melakukan koordinasi melalui media sosial Visiting Kutai Kartanegara sebelum melakukan pengambilan gambar di kawasan Jam Bentong.
Koordinasi juga diperlukan bagi kreator yang ingin membuat konten pada malam hari. Hal itu dilakukan agar pengelola kawasan dapat menyiapkan akses serta memastikan kegiatan berlangsung dengan baik.
Wiwi berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam promosi wisata sehingga pengenalan destinasi Kukar tidak hanya bergantung pada kegiatan promosi yang dilakukan pemerintah.
“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat. Tidak harus influencer atau kreator profesional, siapa pun yang ingin membantu mempromosikan wisata Kukar bisa memanfaatkan fasilitas yang kami sediakan,” pungkasnya. (Adv/Dispar Kukar)




