Anak Jalanan & Disabilitas Bisa Dapat Makan Gratis? Istana Buka Suara!

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Dok: BPMI Setpres)

GSNews.id – Usulan agar anak jalanan dan penyandang disabilitas turut menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian pemerintah. Meski belum masuk dalam daftar penerima saat ini, pemerintah memastikan terbuka terhadap setiap masukan yang bersifat konstruktif.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di sela retret kabinet saat menjawab pertanyaan awak media terkait cakupan penerima MBG, Selasa (6/1/2026).

Usulan Perluasan Penerima MBG

Prasetyo mengakui bahwa hingga kini pemerintah belum secara khusus membahas keterlibatan anak jalanan dan penyandang disabilitas dalam program MBG. Namun, ia menilai masukan tersebut sebagai catatan penting bagi pemerintah.

Menurutnya, penyampaian kritik dan saran dari masyarakat merupakan bagian dari proses perbaikan kebijakan publik yang sehat.

Pemerintah Buka Ruang Evaluasi

Ia menegaskan, pemerintah tidak menutup diri terhadap kemungkinan adanya kelompok masyarakat yang luput dari perhatian. Setiap usulan, kata dia, akan menjadi bahan kajian lebih lanjut sesuai dengan kapasitas dan prioritas program.

“Kalau memang ada hal-hal yang masih belum terpikirkan oleh kami, silakan disampaikan. Pemerintah akan terbuka untuk mengevaluasinya,” ujar Prasetyo.

Fokus MBG Masih pada Kelompok Rentan

Saat ini, program MBG difokuskan pada anak usia dini, pelajar dari jenjang TK hingga SMK, serta ibu hamil dan ibu menyusui. Kelompok tersebut dipilih karena memiliki tingkat kerentanan gizi yang tinggi dan berdampak langsung pada kualitas kesehatan jangka panjang.

Pemerintah menilai pemenuhan gizi pada fase awal kehidupan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sehat dan produktif.

Target Nasional MBG 2026

Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 19 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di berbagai wilayah Indonesia. Seluruh dapur tersebut diproyeksikan melayani hingga 82,9 juta penerima manfaat.

Angka tersebut menunjukkan skala besar program MBG sebagai salah satu program prioritas nasional yang terus dikembangkan secara bertahap.

Evaluasi Program Kesehatan Lain

Selain membahas MBG, Prasetyo menyebut agenda retret kabinet juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga saat ini, sekitar 70 juta warga tercatat telah memanfaatkan layanan tersebut.

Prasetyo juga menyampaikan, evaluasi rutin dilakukan agar seluruh program pemerintah tetap berjalan efektif dan tepat sasaran. “Retret ini menjadi momen pembekalan sekaligus evaluasi menyeluruh atas program-program pemerintah,” tutupnya.