Pengajuan KEN Tak Mudah, Event Harus Penuhi Sejumlah Persyaratan Termasuk Dampak Ekonomi Masyarakat

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kukar, Awang Ivan Ahmad.

GSNews.id – Pengajuan festival dan event daerah untuk masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) membutuhkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi penyelenggara.

Tidak hanya terkait konsep kegiatan, persyaratan juga mencakup dampak ekonomi, lingkungan, keterlibatan masyarakat, hingga aspek keamanan.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar), Awang Ivan Ahmad, mengatakan proses pengajuan KEN membutuhkan kelengkapan data dan perencanaan yang matang.

Setiap unsur yang menjadi bagian dari penyelenggaraan event perlu dipersiapkan dan didokumentasikan.

“Persyaratan yang harus dilengkapi cukup banyak. Penyelenggara event harus memenuhi sejumlah unsur, termasuk dampak ekonomi, dampak lingkungan, dan keterlibatan masyarakat,” kata Awang Ivan, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, penyelenggara perlu menyertakan data terkait dampak kegiatan terhadap perekonomian masyarakat. Data tersebut antara lain jumlah pelaku UMKM yang terlibat serta jumlah tenaga kerja yang terserap selama penyelenggaraan event.

“Harus ada data mengenai berapa jumlah UMKM yang terlibat, berapa tenaga kerja yang terserap, serta bagaimana dampak kegiatan tersebut terhadap perekonomian masyarakat sekitar,” ujarnya.

Selain dampak ekonomi, penyelenggara juga perlu mencantumkan data terkait kerja sama dan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan. Di antaranya hubungan Business to Business (B2B), Business to Government (B2G), serta unsur lain yang mendukung penyelenggaraan event.

Aspek keamanan dan mitigasi risiko juga menjadi bagian yang harus dipersiapkan. Penyelenggara perlu menjelaskan instansi yang dilibatkan untuk memastikan keamanan dan keselamatan pengunjung maupun pelaku kegiatan.

Menurut Awang Ivan, keterlibatan perangkat daerah dan instansi terkait menjadi penting, khususnya untuk event berskala besar. Dinas Kesehatan, BPBD, Damkar, serta instansi lainnya dapat dilibatkan sesuai kebutuhan dan karakteristik kegiatan.

“Aspek keamanan dan mitigasi risiko juga menjadi bagian penting. Harus jelas instansi mana saja yang dilibatkan untuk mendukung keamanan dan keselamatan kegiatan,” jelasnya.

Selain kelengkapan teknis, perencanaan penyelenggaraan juga harus disusun secara jelas, mulai dari tata kelola hingga manajemen event. Konsep kegiatan yang terukur menjadi bagian penting dalam proses pengajuan agar event dapat dinilai secara menyeluruh.

“Semua harus dipersiapkan dan dilengkapi terlebih dahulu. Perencanaan penyelenggaraan event juga harus jelas, termasuk bagaimana tata kelolanya, manajemen event, serta konsep pelaksanaannya,” pungkas Awang Ivan. (Adv/Disparkukar)