GSNews.id – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dikma Lestari berencana mengoperasikan kedai kuliner di kawasan wisata Danau Semayang, Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pada 2027.
Rencana tersebut disiapkan untuk melengkapi fasilitas wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat melalui penyediaan layanan kuliner bagi pengunjung.
Ketua Pokdarwis Dikma Lestari, Mariatul Husna, mengatakan satu bangunan yang tersedia di kawasan wisata telah direncanakan untuk dijadikan kedai kuliner. Namun, fasilitas tersebut belum beroperasi dan masih memerlukan persiapan.
“Memang ada satu bangunan yang kami rencanakan untuk dijadikan kedai kuliner. Saat ini belum beroperasi, tetapi kami berharap pada 2027 nanti fasilitas tersebut sudah bisa dimanfaatkan untuk melayani pengunjung,” ujar Mariatul, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, kedai kuliner diperlukan untuk memberikan pilihan bagi wisatawan yang berkunjung ke Danau Semayang. Selama ini, pengunjung umumnya datang untuk menikmati pemandangan, berfoto, makan, atau bersantai di sekitar danau.
“Harapannya, nanti pengunjung tidak hanya datang untuk melihat pemandangan dan berfoto, tetapi juga memiliki tempat untuk beristirahat dan menikmati kuliner. Dengan begitu, pelayanan di kawasan wisata bisa lebih lengkap,” jelasnya.
Rencana pengoperasian kedai kuliner juga sejalan dengan upaya mengembangkan potensi wisata Danau Semayang. Destinasi ini mendapat perhatian masyarakat, terutama ketika permukaan airnya menyusut saat musim kemarau dan kondisinya ramai diperbincangkan di media sosial.
Mariatul menilai perhatian masyarakat tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan pelayanan wisata. Menurutnya, potensi alam yang dimiliki Desa Semayang perlu didukung fasilitas memadai agar pengunjung merasa lebih nyaman.
Selain kedai kuliner, Pokdarwis Dikma Lestari juga berupaya mengembangkan potensi ekonomi masyarakat melalui produk olahan hasil perikanan. Sejumlah produk yang diproduksi warga di antaranya kerupuk ikan belida, abon ikan, dan ikan asin.
Selama ini, Pokdarwis membantu memperkenalkan produk tersebut kepada wisatawan. Apabila ada pengunjung yang berminat membeli, pengelola mengarahkan mereka langsung kepada masyarakat yang memproduksinya.
“Kami juga membantu memperkenalkan produk UMKM masyarakat kepada pengunjung. Di Desa Semayang ada kerupuk ikan belida, abon ikan, dan ikan asin. Harapannya, potensi usaha warga ini bisa semakin dikenal seiring berkembangnya wisata Danau Semayang,” ungkapnya.
Di sisi lain, pengembangan fasilitas wisata masih menghadapi sejumlah kendala. Homestay yang dikelola Pokdarwis dan terdiri atas enam bangunan terpisah belum berfungsi optimal karena instalasi air bermasalah dan beberapa bagian atap mengalami kebocoran.
Kondisi tersebut membuat pelayanan bagi wisatawan yang ingin menginap masih terbatas. Karena itu, pembenahan fasilitas penginapan juga menjadi salah satu kebutuhan dalam meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Mariatul mengatakan, konsep operasional kedai kuliner, pihak pengelola, dan jenis produk yang akan ditawarkan masih belum dirinci. Pengoperasian fasilitas tersebut saat ini masih menjadi target yang diharapkan dapat direalisasikan pada 2027.
Ia berharap dukungan dari pihak terkait dapat membantu mewujudkan rencana tersebut sekaligus memperbaiki fasilitas penginapan secara bertahap.
“Harapan kami, rencana kedai kuliner bisa terwujud dan fasilitas penginapan juga dapat diperbaiki secara bertahap,” pungkasnya. (adv/disparkukar)




